Double Cabin saja sulit melintas ke Pante Peusangan

JANGANKAN mobil biasa, double cabin dengan kekuatan 4 wheel drive (WD) saja sulit melintas jalan sepanjang dua kilometer menuju Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Bireuen. Gampong lokasi amukan gajah yang beberapa hari semakin menjadi masalah.

Rombongan Wakil Bupati Bireuen dan sejumlah pejabat Pemkab Bireuen serta Muspika Juli, Rabu 20 Februari 2013 meninjau gampong lokasi amukan gajah dengan mengendarai lima double cabin. Dua mobil operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dua mobil Dinas Kehutanan dan Perkebunan, satu lainnya mobil dinas Wakil Bupati Bireuen.

Mobil seakan tertatih-tatih menelusuri jalan menurun berbatu dari lintas Jalan Bireuen-Takengon di kilometer 35 menuju Pante Peusangan. Jalan sepanjang dua kilometer itu, selain berbatu juga berlubang. Apalagi saat kembali, sepanjang jalan yang menanjak membutuhkan kehati-hatian, bila tidak mobil bisa masuk jurang.

Sejumlah warga Pante Peusangan mengatakan untung saja saat rombongan wakil bupati ke sana tidak turun hujan. Bila hujan turun, maka perjalanan ke desa itu akan lebih sulit lagi. Kalau sedang atau setelah turun hujan, perjalanan kembali akan lebih sulit lagi.

“Kami selama ini kesulitan melintas, bila ada yang sakit, terpaksa kami tandu ke jalan besar untuk dibawa ke rumah sakit, makanya kami berharap adanya sentuhan perbaikan jalan dari pemerintah,” ujar Mukhtar Ismail, Keuchik Gampong Pante Peusangan.

Wakil Bupati Bireuen, Mukhtar, mengatakan Pemkab Bireuen akan berupaya mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan menuju desa tersebut pada tahun anggaran 2014.

“Miris juga kita mendengar orang sakit harus digotong dengan tandu, makanya ke depan jalan menuju ke Pante Peusangan harus ditangani, minimal mudah untuk dilalui masyarakat dibanding sekarang ini,” katanya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply