Doto Zaini: Detailed Plan Permudah Calon Investor

KINERJA ekonomi Aceh sangat baik dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Investasi pun kembali menggeliat, tercatat pada 2013 realisasi investasi di Aceh mencapai Rp5, 2 triliun. Pada triwulan pertama 2014, realisasi sudah mencapai sekitar Rp1,5 triliun dan menempati urutan ke-6 realisasi investasi PMDN di Indonesia.

“Kami terus mengupayakan agar investasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri dapat masuk ke Aceh,“ ujar Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah saat membuka forum Aceh Investment Promotion (AIP) 2014 yang diselenggarakan Badan Investasi dan Promosi Aceh di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Selasa 20 Mei 2014.

Zaini Abdullah berharap Aceh Investment Promotion menjadi forum dan langkah positif dalam memaksimalkan peluang investasi di Aceh. Pemerintah Aceh secara berkala dan berkelanjutan juga terus mendorong percepatan investasi bagi dunia usaha.

“Tentunya focus utama adalah investasi yang menciptakan lapangan kerja yang dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi hingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh,” kata Doto Zaini, sapaan akrab Gubernur Aceh.

Lebih lanjut Doto Zaini menjelaskan, pemerintah telah melakukan beberapa langkah percepatan investasi. Antara lain, penyusunan detailed plan proyek-proyek investasi. Detailed plan ini diharapkan dapat mempermudah calon investor dalam menentukan pilihan investasinya.

Selanjutnya, mendorong pergeseran focus investasi dari sektor primer ke sector sekunder dan tersier yang memiliki value-added lebihbesar. “Investasi di bidang down-stream industry terus kami kembangkan,” ujar Gubernur.

Pemerintah juga mengembangkan kawasan industri dan kawasan perhatian investasi, yang sangat strategis untuk mempercepat pertumbuhan investasi.

“Langkah selanjutnya adalah pengembangan koridor ekonomi melalui konektivitas hulu-hilir yang menghubungkan sentra-sentra produksi,” ujar Zaini Abdullah.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga mengupayakan perbaikan iklim investasi, melalui penyempurnaan peraturan dan kebijakan, seperti Rencana Umum Penanaman Modal melalui Peraturan Gubernur No. 71 Tahun 2012, dan penyelesaian Pergub tentang Insentif Penanaman Modal.

“Kami juga mengupayakan percepatan perizinan dan penyederhanaan prosedur investasi, termasuk pembenahan kantor pelayanan terpadu, sehingga pelayanan lebihcepat, mudah dan efektif,” tuturnya.

Semua upaya ini, kata Doto Zaini, tentu dibarengi dengan perbaikan infrastruktur fisik dan perbaikan non fisik, termasuk penyiapan sumber daya manusia yang terdidik dan terampil sesuai kebutuhan lapangan kerja, penyiapan masyarakat yang pro-investasi, serta pembentukan tim task force untuk memfasilitasi investor dan calon investor di lapangan.

“Semua upaya ini tidak akan berjalan tanpa adanya support dari semua pihak untuk mendorong perbaikan iklim dan citra Aceh sebagai salah satu tujuan investasi utama,” kata Zaini Abdullah.

Hadir dalam pembukaan forum AIP tadi antara lain, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Selaku keynote speaker yang diwakili oleh Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal, para Bupati/Wali Kota se-Aceh, jajaran kepala SKPA lingkup Pemerintah Aceh, Ketua Kadin Aceh, Asosiasi Pengusaha Aceh, serta sejumlah Perwakilan Dunia Usaha dari dalam dan luar negeri. Juga hadir perwakilan Perbankan dan para Akademisi Aceh.

Selain Dubes Amerika Serikat yang berbicara tentang investasi Aceh dalam perspektif Amerika, juga hadir Duta Besar RI untuk kerajaan Belgia Arief Havas Ogreseno, yang mempresentasikan tentang pengembangan kopi Aceh di Eropa. Narasumber lain adalah Hermawan Kertajaya dari MarkPlus Inc.

Event Aceh Investment Promotion (AIP) 2014 juga turut menampilkan sejumlah produk unggulan daerah dari 23 kabupaten dan kota di Aceh.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply