Doto Zaini dan Mualem Diminta Kompak Bangun Aceh

Pemimpin tertinggi di Aceh saat ini diminta untuk tidak mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang ada di sekelilingnya, sehingga menyebabkan keretakan kemudi pemerintahan. Apalagi bisikan-bisikan itu hanya mendatangkan manfaat bagi orang-orang di sekeliling pemerintahan, namun menghancurkan program pemerintahan untuk rakyat Aceh.

"Seharusnya dr. Zaini lebih bijak menanggapi berbagai keputusan dan persoalan, baik itu persoalan pemerintahan ataupun menyangkut persoalan Partai Aceh," ujar Ketua Himpunan Masyarakat Seunuddon, Faisal, SH, melalui siaran persnya ke redaksi Atjeh Post, Kamis, 14 Agustus 2014.

Hal tersebut juga ditujukan Faisal kepada Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Diminta tak menghiraukan bisisikan-bisikan yang hanya menghancurkan visi dan misi Pemerintahan Zikir.

Dia meminta Gubernur Zaini merenungkan keberhasilannya meraih kursi kepemimpinan saat ini, yang tidak terlepas dari jasa Muzakir Manaf. Begitu juga sebaliknya, Muzakir Manaf perlu melihat lagi peran Zaini. Keduanya dinilai akan berhasil jika saling bergandengan tangan.

Menurut Faisal, Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem, saat itu lebih dikenal dan dipercaya pasukan Gerakan Aceh Merdeka maupun masyarakat Aceh. Hal ini pula, kata Faisal, menjadi nilai tambah bagi pasangan ZIKIR bisa menduduki kursi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012 hingga 2017.

Bek di laot sapu pakat troeh u darat laen kineura," katanya.

Menurut Faisal, Gubernur Zaini dan Wagub Mualem juga harus kompak menyelesaikan perkara Aceh saat ini dari segala sektor yang belum memperlihatkan perubahan berarti terhadap masyarakat. Hal ini, kata dia, lebih penting dilakukan pimpinan di Aceh untuk membangkitkan daerah tersebut menjadi lebih baik.

"Bukan justru saling menuding apalagi saling menjatuhkan satu sama lainnya. Jika Doto Zaini lebih percaya kepada orang-orang di sampingnya ketimbang wakilnya itu, kehancuran dan kegagalan akan terjadi di masa dia menjabat sebagai Gubernur Aceh," ujarnya.  

Dia turut mengingatkan beberapa tugas Gubernur Zaini dan Wagub Mualem yang belum selesai. Terutama janji-janji yang mereka ikrarkan di hadapan publik untuk mensejahterakan rakyat Aceh.

"Tugas kalian adalah mensejahterakan rakyat Aceh sebagaimana janji ZIKIR kepada masyarakat Aceh. Memang Kami sebagai rakyat tidak bisa menghukum atas keselahan kalian, akan tetapi hukum Allah tidak bisa kalian hindari kemanapun juga," katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply