Ditanya gugatan terhadap AJI Banda, Manajemen Prohaba: Gak ada komen lagi ya

ALIANSI Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh telah melayangkan surat permintaan maaf kepada manajemen Harian Prohaba dan Serambi News. Permintaan maaf itu dilakukan terkait konferensi pers yang dilakukan AJI Banda Aceh pada tanggal 17 September 2012 untuk menanggapi pemberitaan Harian Prohaba tanggal 4 September 2012 yang berjudul "Dua Pelacur ABG Dibereukah WH". Pada saat itu, AJI Banda Aceh juga melaporkan Harian Prohaba ke Dewan Pers di Jakarta.

Surat permintaan maaf itu ditandatangi oleh Ketua AJI Banda Aceh dan dikeluarkan pada tanggal 26 Februari 2013.

Dengan keluarnya surat permintaan maaf itu, seperti dilansir Tribunnews.com, AJI Banda Aceh berharap manajemen Harian Prohaba bersedia mencabut pengaduan di Polda Aceh.

Ditanya kapan gugatan terhadap AJI Banda Aceh akan dicabut, staf legal Harian Prohaba Erlizar Rusli menolak berkomentar. Dia mengatakan semuanya sudah jelas seperti tertulis dalam surat permintaan maaf AJI Banda Aceh.

“Jadi itu aja ya, gak ada komen lagi ya,” kata Erlizar singkat ketika dihubungi ATJEHPOSTcom, Jumat 1 Maret 2013.

Harian Prohaba secara resmi melaporkan AJI Banda Aceh ke Polda Aceh pada hari Selasa, 25 September 2012. Prohaba menilai Polresta Banda Aceh yang berada di bawah jajaran Polda Aceh sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota AJI Banda Aceh sebagai saksi.

Dewan Pers sendiri telah menyatakan pemberitaan Harian Prohaba dengan judul "Dua Pelacur ABG Dibereukah WH" melanggar kode etik jurnalistik. Dalam surat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi yang dikeluarkan tanggal 25 Oktober 2012, Dewan Pers menyatakan pemberitaan Harian Prohaba tersebut melanggar pasal 3 Kode Etik Jurnalistik. []

  • Uncategorized

Leave a Reply