Disperindagkop Aceh Barat Ancam Cabut Izin Pangkalan dan Pengecer yang Membandel

MEULABOH – Meski sudah dihimbau sejak 1 Juli 2012 lalu, sejumlah pangkalan pengecer gas elpiji 3 kg masih saja membandel dengan menjual harga eceran di atas atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Untuk itu,  Dinas Pertambangan, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Barat segera melakukan upaya penindakan terhadap pangkalan-pangkalan tersebut.

Kadisperindagkop Aceh Barat Zulkanarini mengatakan, himbauan disampaikan berkali- kali kepada pengecer maupun pangkalan elpiji 3 kg agar menjual dengan harga Rp15 ribu per 3 kg. “Tapi pengecer masih menjual dengan harga Rp23 ribu, malah untuk daerah terpencil mencapai Rp 30 ribu,” kata Zulkarnain pada The Atjeh Post, Kami 12 Juli 2012.

Padahal, kata Zulkarnain, untuk jarak tempuh diatas  60 km hanya boleh di jual dengan harga Rp15.500. “Itulah sebabnya, kami akan mengambil tindakan tindakan dengan melakukan penertiban terhadap pengecer-pengecer tersebut,” katanya.

Zulkarnain mengatakan, sanksi yang akan diberikan adalah sanksi adminstrasi, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.  “Bisa saja bisa dicabut izinnya,” kata Zaulkarnain.

Selain itu, Zulkarnain mengakui saat ini masih banyak pengecer yang tidak memiliki izin, seperti izin perpanjangan maupun izin pengalihan. Rrata- rata, kata dia, pangkalan dan dan pengecer yang menjual elpiji 3 kg dulunya merupakan pengecer dan pangkalan minyak tanah bersubsidi yang kini menjadi pengecer dan pangkalan elpiji.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply