Disperindag Aceh gelar sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual

DINAS Perindustrian dan Perdagangan Aceh menggelar sosialisasi penerapan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), SNI, sertifikasi halal dan sertifikat halal. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Grand Aceh, Senin 22 April 2013.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Safwan dalam sambutannya mengatakan, perkembangan perdagangan secara global jadi bukti pentingnya Hak Kekayaan Inteletual (HAKI). Hal itu, kata dia, sebagai komponen yang mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Intinya HAKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomi hasil dari suatu kreativitas intelektualitas. Sesuai objek yang diatur dalam HAKi itu,” katanya.

Pengadaan sertifikasi halal pada setiap produk seperti pangan, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya dapat menentramkan konsumen umat muslim. Namun akibat kurangnya pengetahuan dari perusahaan yang ada selama ini membuat minimnya perusahaan yang mendaftarkan sertifikat halal.

“Sertifikat halal adalah sebuah fatwa tertulis dari Majelis Ulama dan kehalalan tersebut sesuai perintah dalam syariat Islam,” kata dia.

Adanya sertifikat halal dari MUI menjadi syarat untuk mendapatkan izin mencantumkan label halal pada kemasan produk. Sertifikat halal, SNI, dan HaKI juga dapat melindungi para pengrajin atau pengusaha industri menghasilkan produknya.

Dengan adanya sosialisasi HaKI, kata dia, dapat mendorong pengusaha untuk menciptakan inovasi tanpa harus takut produknya ditiru oleh orang lain.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply