Disbudpar Latih Pemandu Wisata di Aceh

Sejumlah pemandu wisata di Aceh mendapatkan pelatihan peningkatan SDM guna mewujudkan pelayanan prima dalam menjalankan tugasnya di sektor wisata.

Pelatihan yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh itu berlangsung sejak hari ini hingga dua hari ke depan di Hotel Rasamala Banda Aceh, Selasa-Kamis, 4-6 Maret 2014.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disbudpar Aceh Irmayani, selaku panitia penyelenggara kegiatan tersebut mengatakan para peserta berasal dari sejumlah kabupaten kota di Aceh. Umumnya mereka adalah pemandu di objek wisata sejarah dan budaya.

Selama tiga hari para peserta akan mendapatkan pembekalan tentang tugas, fungsi dan peran sebagai pemandu wisata.

Para pembicara berasal dari Akademi Pariwisata Medan, Himpunan Pramuwisata Indonesia Aceh dan Asosiasi Pengusaha Pariwisata Indonesia Aceh.

Para peserta juga akan mempraktekkan langsung (role play) untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat selama mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu peserta juga akan dibawa ke sejumlah objek wisata di Banda Aceh dan sekitarnya untuk belajar lapangan.

“Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kapasitas mereka sebagai pemandu, apalagi selama ini ada pemandu-pemandu yang berasal dari masyarakat setempat dan mereka melakukannya secara sukarela, jadi setelah mendapatkan pelatihan mereka akan mengetahui hal-hal standar dalam memandu wisata,” ujar Irmayani kepada atjehpost.com hari ini, 4 Maret 2014.

Menurut Irmayani selain pemandu wisata, masyarakat juga berperan besar dalam mengembangkan sektor pariwisata di Aceh. Keterlibatan masyarakat setempat menjadi cikal bakal dalam membentuk kelompok sadar wisata di gampong-gampong. Sementara pemerintah lebih mengarah pada pembinaan masyarakat dan sistem regulasi.

Di Aceh saat ini katanya ada 60 kelompok sadar wisata yang tersebar di berbagai kabupaten kota. Di mana ada 30 kelompok yang mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif lewat program PNPM Mandiri Bidang Pariwisata.

“Masyarakat diberi kesempatan selebar-lebarnya untuk mengembangkan wisata yang ada di tempat mereka, masyarakat nantinya akan bertanggung jawab untuk mengelola objek wisata di sana. Dari kegiatan ini nantinya akan berdampak pada meningkatnya taraf ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Salah seorang peserta, Salmi Hardiyanti S. Pd, mengatakan pelatihan itu sangat berguna bagi para pemandu. Menurutnya ada hal-hal yang selama ini dianggap sepele ternyata menjadi sangat penting dalam menjalankan tugas sebagai pemandu wisata.

“Menambah pengetahuan kami sebagai pemandu, selain itu juga bisa bersilaturrahmi dengan para pemandu dari berbagai objek wisata di Aceh,” ujar pemandu di objek wisata Boat di Atas Rumah di Lampulo itu.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply