Dirut PDPA Dicopot Karena Adik Gubernur Zaini?

ADIK kandung Gubernur Zaini Abdullah, Muhammad Abdullah, disebut-sebut orang yang membuat manajemen Perusahaan Pembangunan Daerah Aceh (PDPA) amburadul, hal yang kemudian ikut merusak hubungan Gubernur Zaini dengan Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar.

Setelah sebelumnya dalam sebuah pesan pendek yang dikirimkan oleh seorang Direktur PDPA kepada jajaran direksi lain menyebutkan Muhammad Abdullah harus bertanggung jawab dan meminta maaf kepada Wali Nanggroe, ATJEHPOST.Co menelusuri sejauh mana peran Muhammad Abdullah dalam merusak manajemen PDPA.

Seorang direktur lain di PDPA yang menolak namanya ditulis, membenarkan informasi itu. Disebutkan, Muhammad jugalah yang mendepak Direktur Utama PDPA Nasruddin Daud yang duduk di jabatan itu menggantikan Syukri Ibrahim yang juga dicopot tanpa alasan yang jelas.

“Pak Nasrudin sering menolak kemauan Tim ESDM Aceh yang salah satu timnya adalah Muhammad Abdullah. Pak Nasruddin tetap berpegang pada aturan yang telah disepakati sebelumnya,” kata sumber itu.

ATJEHPOST.Co menemukan sejumlah bukti kehadiran Muhammad Abdullah dalam sejumlah rapat PDPA. Dokumen lain merincikan lebih jauh tentang sepak terjang Muhammad Abdullah, adik kandung Gubernur Zaini.

Disebutkan, Nasruddin Daud dipecat pada bulan Maret 2014.  Posisinya kemudian digantikan oleh Sayed Fakhry, rekan sejawat Muhammad Abdullah di ExxonMobil.

Setelah Sayed Fakhry masuk, maka kian mulus lah rencana mendepak investor PT Artanusa Trada yang sudah sebelumnya sudah disetujui Gubernur Zaini untuk bekerjasama dengan PDPA dalam proyek Revitalisasi Kilang Arun.

“Sayed Fakhry selalu memenuhi kemauan Tim ESDM Aceh yang niatnya memang ingin membatalkan PT Aceh Terminal Gas dalam proyek Arun bekerjasama dengan Pertamina Gas, dan ingin mencari investor lain menggantikan PT Artanusa Trada (Ibrahim Risjad Grup),” bunyi laporan itu.

Konflik kepentingan ini kian memperparah kondisi PDPA. Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) telah memenangkan gugatan Syukri Ibrahim, Dirut PDPA yang dipecat dan mengangkat Nasrudin Daud sebagai penggantinya. Pengadilan memerintahkan Gubernur Zaini Abdullah mengembalikan posisi Syukri Ibrahim sebagai Dirut PDPA. Namun, hingga kini belum dilaksanakan.

Menurut sumber ATJEHPOST.Co,  Gubernur Zaini tidak bersedia menjalankan perintah pengadilan itu lantaran akan mengganggu kepentingan adiknya yang sedang mengincar blok migas Pase dan hendak mendepak Artanusa Trada dalam proyek Arun.

“Syukri dan Nasrudin tidak selalu mau mengikuti kepentingan Muhammad Abdullah dan Tim ESDM. Mereka bekerja secara profesional sesuai kesepakatan dan perjanjian yang sudah ada,” kata sumber itu.

Tindakan Muhammad Abdullah itu tak hanya berdampak pada kerjasama bisnis perusahaan daerah yang terancam gagal, tetapi juga menjalar kepada rusaknya hubungan Wali Nanggroe dan Gubernur Zaini.  Ini terjadi setelah Gubernur Zaini menolak menindaklanjuti memo Wali Nanggroe yang meminta agar kerjasama dengan Artanusa Trada tetap dilanjutkan karena sudah sangat menguntungkan bagi pemerintah Aceh dan rakyat Aceh.

Walhasil,  setelah sarannya tak didengar, terbetik kabar Wali Nanggroe Malik Mahmud menarik diri dari lingkaran itu dan memilih mengasingkan diri di sebuah tempat.

“Wali Nanggroe sangat kecewa pada gubernur yang lebih mementingkan adiknya daripada kepentingan rakyat banyak,” kata sumber itu. []

Baca juga:

Adik Gubernur Zaini Anulir Memo Wali Nanggroe? 

Kata Adik Gubernur Zaini Soal Tim Joker Intervensi PDPA 

Demi Adiknya, Gubernur Zaini Batalkan Surat Wagub Soal Proyek Arun

Kata Mereka tentang Dinasti Gubernur Zaini

Adik Gubernur Zaini dan Dirut PDPA Didesak Minta Maaf pada Wali Nanggroe

 

  • Uncategorized

Leave a Reply