Dirjen Otda: Mohon doa untuk hasil terbaik bagi kedua pihak

DIREKTUR Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Profesor Djohermansyah Djohan menginginkan ada hasil terbaik yang dapat diterima Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, terkait bendera dan lambang Aceh.

"Mohon doanya supaya bisa didapat hasil yang baik untuk kedua belah pihak. Insya Allah," kata Djohermansyah Djohan dalam pesan singkat kepada ATJEHPOSTcom, Minggu malam, 31 Maret 2013.

Djohermansyah membenarkan dirinya bersama Dirjen Pembangunan Masyararakat dan Desa Tarmizi Karim akan berangkat ke Aceh pada Senin, 1 April 2013. Kedatangan mereka untuk menyampaikan hasil koreksi dan klarifikasi Mendagri terhadap Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Monek mengatakan, Depdagri telah menyelesaikan klarifikasi terhadap qanun itu. "Hasil evaluasi itu akan disampaikan kepada Gubernur Aceh dan DPR Aceh besok Senin," kata Reydonnyzar.

Seperti diketahui, Qanun Aceh Nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh  (DPRA), Jum’at, 22 Maret 2013 dan juga telah ditandatangani oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Pada 25 Maret 2013, qanun tersebut juga telah dimasukan dalam tambahan lembaran Aceh nomor 49.

Namun begitu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Ketua DPRA Hasbi Abdullah telah meminta masyarakat agar bendera itu jangan dulu dikibarkan. Mereka meminta masyarakat bersabar sampai ada klarifikasi dari Pemerintah Pusat.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply