Direktur International Yayasan Geutanyoe: Adat Aceh Sejalan dengan Prinsip Kemanusian Dunia

Direktur International Yayasan Geutanyoe: Adat Aceh Sejalan dengan Prinsip Kemanusian Dunia

LHOKSUKON – Direktur Internasional Yayasan Geutanyoe Lilianne Fan menyampaikan rasa bangganya kepada rakyat Aceh yang dengan santun telah memperlakukan pengungsi Rohingya secara baik, bahkan memuliakan mereka sebagai jamee (tamu).

“Sikap ini telah menggabungkan standar international penanganan pengungsi dengan nilai-nilai adat istiadat Aceh yang terbukti sejalan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional,” kata Lilian Fan selepas acara “Syiar Syair Peumulia Jamee Bersama Rafly Peduli Rohingya”, di Lapangan Simpang Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat, 5 Juni 2015, sore.

Lili, panggilan Lilianne Fan, menjelaskan Yayasan Geutanyoe sebagai salah satu lembaga pendukung acara tersebut merasa bangga karena pesan moral sangat kuat melekatkan watak dan adat istiadat Aceh yang memuliakan tamu.

“Adat dan budaya Aceh memberikan perhatian yang utama untuk penyelamatan nyawa manusia tanpa memandang ras, agama maupun negaranya,” ujar Lilianne Fan.

Liliane Fan menyebut dunia internasional termasuk PBB dan negara-negara donor telah memberikan pengakuan bahwa penanganan pengungsi Rohingya dan Banglades adalah respon kemanusiaan terbaik di dunia.

“Ini harus dicontoh negara-negara ASEAN lainya dan bahkan dunia,” kata Lilianne Fan.[]

Foto Lilianne Fan. @Joe Samalanga

Leave a Reply