Dipanggil Gubernur, Kepala BP2T Bilang Tidak Ada Warga di Rawa Tripa

BANDA ACEH – Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Aceh, di depan Gubernur dan masyarakat yang berada di kawasan Rawa Tripa mengatakan, tak ada masyarakat yang bermukim di dalam kawasan ekosistem Rawa Tripa.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Kepala BPPT Aceh, Muhammad Yahya ketika dipanggil Gubernur Aceh Zaini Abddulah untuk mendengarkan rekomendasi terhadap kasus Rawa Tripa yang dibacakan oleh perwakilan masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat di ruang Gubernur Aceh, Jumat 10 Agustus 2012.

Menurut Yahya, selain dalam kawasan tidak ada masyarakat yang tinggal, dia juga mengatakan bahwa ada masyarakat yang telah menyerobot lahan Hak Guna Usaha yang telah dimiliki perusahaan.

Keterangan Muhammad Yahya tersebut di dapat The Atjeh Post dari Juru Bicara Tim Koalisi Penyelamat Rawa Tripa (TKPRT), Irsadi Aristora, Jumat 10 Agustus 2012.

Menurut Irsadi, pihaknya yang mendampingi masyarakat menyampaikan rekomendasi kepada Gubernur Zaini Abdullah terkait keberadaan lahan gambut di kawasan Rawa Tripa yang semakin hancur.

Ketika itu, kata dia, gubernur memanggil pihak-pihak yang berkepentingan berdasarkan rekomendasi yang disampaikan masyarakat, diantanya, kepala BP2T, Biro Hukum Pemerintah Aceh Makmur Ibrahim dan juga Asisten II Pemerintah Aceh Said Mustafa.

“Pada waktu itu Pak Yahya mengatakan kalau apa yang dia katakan adalah hasil dari kerja tim yang selama ini turun ke lapangan di Rawa Tripa,” ujar Irsadi menjelaskan kepada The Atjeh Post.

Suasana pertemuan di ruangan gubernur tersebut sempat memanas. Masyarakat tidak menerima apa yang dikatakan oleh Muhammad Yahya. “Akan tetapi gubernur Zaini menengahi, ‘dengarkan dulu’,” ujar Irsadi meniru ucapan Zaini Abdullah.

Sampai saat ini The Atjeh Post belum berhasil menghubungi Muhammad Yahya untuk mengkonfirmasi berita tersebut. Dua kali dihubungi melalui telepon selularnya tidak ada jawaban. []

  • Uncategorized

Leave a Reply