Dinsos dan Badan Penguatan Perdamaian Aceh Gelar Seminar di Yogyakarta

DINAS Sosial dan Badan Penguatan Perdamaian Aceh (BP2A)  menggelar seminar perdamaian di Yogyakarta, Senin 27 Oktober 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan sejauh mana capaian-capaian poin-poin MoU Helsinki dan UUPA sudah berjalan.

Deputi I Bidang Kebijakan dan Kajian Strategis, Hasballah, S.Ag, melalui siaran persnya mengatakan belum optimalnya pelaksanaan UUPA yang merupakan wujud MoU Helsinki telah menjadi polemik politik yang berkepanjangan di Aceh selama ini.

UUPA yang ditetapkan pada tahun 2006 telah merubah paradigma tatanan sosial politik di Aceh dan merupakan  tonggak sejarah perjalanan bangsa Indonesia, khususnya rakyat Aceh.

Oleh karena itu melalui seminar ini, kata Hasballah, BP2A inio mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penghalang tercapainya pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA.

Selain itu juga terjalinnya komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dan mahasiswa Aceh yang ada diluar Aceh, khususnya di Yogyakarta sehingga mempunyai sensitivitas terhadap pencapaian MoU Helsinki dan UUPA di Aceh.

“Kita berharap forum pertemuan ini dapat menjadi media yang efektif dalam mempertemukan pandangan dan pemikiran yang beragam atas semua pihak yang selama ini terlibat dalam proses perdamaian. Gagasan dan pemikiran hasil pertemuan dikontribusikan bagi penguatan kebijakan pemerintah dalam memperkuat proses perdamaian melalui program pembangunan Aceh di masa depan,” katanya.

Tiga narasumber dalam kegiatan ini, seperti  Fachrul Razi, anggota DPD RI asal Aceh, Dr. Hanif Asmara, serta Ismail Hasani, SH.MH selaku Dosen Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah.

Sedangkan peserta seminar adalah masyarakat dan mahasiswa Aceh yang ada di Yogyakarta. []

  • Uncategorized

Leave a Reply