Dinilai BPOM tak layak konsumsi, ini kata pemilik usaha air minum Rencong

PEMILIK usaha produksi air minum kemasan merek Rencong, Acuan, akan taat aturan dan tidak mengedarkan dulu produk mereka sebelum ada hasil penelitian secara keseluruhan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan Aceh yang menunjukkan air minum produksi mereka tidak higienis.

“Air kemasan produksi kita higienis dan layak konsumsi,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom, Kamis 6 Juni 2013.

Selama ini, kata dia, tempat pengolahan air minum miliknya selalu dijaga sterilisasinya di ruang produksi, dengan menyekat kaca agar tidak masuk debu.

“Bahkan sebenarnya saat ini kita sedang melakukan rehab ruangan depan dengan memasang peralatan baru. Coba mereka datang satu Minggu ke depan pasti ruang produksi kita sudah sangat bagus,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kemasan minuman yang digunakan merupakan barang baru hasil produksi pabrik bukan bekas atau recycle. Kemasan itu dipesan dari Jakarta.

Untuk menjaga standarisasi terhadap produksi, kata Acuan, ia juga bekerjasama dengan Balai Riset dan Standarisasi atau Baristan yang berada di kawasan Lamteumen, Banda Aceh.

Menurut Acuan, air minum Rencong yang akan dikemas diperiksa dengan Total Disolved Solid meter, alat pengukur kadar air. Lalu dalam penyulingan air, kata dia, menggunakan RO (Reverse Osmosis), sehingga tingkat kebersihan dan higienis terus terjaga.

“Selama empat tahun produksi tidak pernah ada keluhan dari konsumen yang minum air kemasan Rencong sakit perut,” ujar Acuan.

Kedatangan Pemerintah Kota Banda Aceh bersama BPOM Aceh kemarin membuat Acuan kaget. “Padahal baru beberapa waktu lalu, mereka memberitahukan kalau perusahaan Rencong sedang melakukan pembenahan ruang produksi baru yang berada di depan. Bahkan saat kita beritahu beberapa waktu lalu ke BPOM, lengkap dengan foto-fotonya.”

Ia mengakui BPOM Aceh sering melakukan inspeksi mendadak di tempatnya. Namun, kata Acuan, setiap ada kekurangan selalu dibenahi. “Tetapi kenapa sidak yang kemarin tiba-tiba air kemasan produksi kita yang siap edar harus disegel?”

Acuan tetap mengikuti aturan penyegelan itu. Ia juga meminta BPOM Aceh melakukan sidak ke perusahaan-perusahaan air minum kemasan lainnya di Banda Aceh. “Dan mengumumkan secara lugas mana yang steril dan mana yang tidak jangan hanya Rencong dan Jip Ie. Kita nggak berani menduga-duga apakah ada kompetitor dalam masalah ini atau tidak,” ujar Acuan.

Sebelumnya, Balai Pengawas Obat dan Makanan Aceh menilai air kemasan yang dikelola dua perusahaan di Banda Aceh tidak layak dikonsumsi.

Hal ini disampaikan Kepala BPOM Aceh, Samsulisyani kepada sejumlah wartawan usai menggelar inspeksi mendadak di perusahaan Jip Ie dan Rencong, Rabu sore, 5 Juni 2013.

“Mereka tidak melakukan produksi di ruangan atau gedung yang bersih. Selain itu kedua perusahaan tersebut juga tidak memiliki laboraturium penguji dan lampu ruangan juga tidak ditutup kasa,” katanya.[](rz)

Baca Juga:

Setelah air kemasan Rencong dan Jip Ie disegel

  • Uncategorized

Leave a Reply