Dinas Kesehatan Abdya sosialisasikan “1000 hari pertama kehidupan”

IBU hamil dianjurkan menjaga keseimbangan gizi hingga usai melahirkan. Pemantauan gizi katanya harus dilakukan sejak awal masa kehamilan sampai usia anak 1,5 tahun setelah melahirkan.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya,  Safliati, saat membuka sosialisasi gerakan 1000 hari pertama kehidupan, Rabu 28 Agustus 2013. Sosialisasi itu digelar di Aula Dinkes Abdya yang diikuti oleh bidan dan pegawai Puskesmas.

"Seperti kita ketahui selama dalam kandungan hingga usia 2 tahun merupakan periode emas (Window of opportunity) seorang anak, ini berarti apabila pemenuhan gizi terhambat maka tumbuh kembang anak juga akan terhambat," katanya.

Program ini fokus pada intervensi pemenuhan gizi 1000 hari pertama kehidupan manusia.  Masa kehamilan merupakan awal dari seribu hari pertama kehidupan manusia. Saat seorang mengetahui dirinya hamil maka ketika itu ia harus mulai mempersiapkan diri baik fisik maupun mental.

"Kenapa demikian, karena masa kehamilan menentukan tumbuh kembang janin dan kesehatan bagi anak pada tahap selanjutnya," lanjutnya.

Kekurangan gizi pada masa dini katanya bisa menimbulkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan sekolah dan produktifitas yang tidak bisa diperbaiki pada fase berikutnya.

"Pemenuhan gizi bukan hanya berhenti di saat mengandung saja, namun berlanjut pada anak memasuki usia dua tahun yang diawali dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI dengan tetap menyusui hingga usianya berlanjut ke 2 tahun," katanya.

Setelah sosialisasi ini diharapkan peserta dapat menyebarluaskan informasi gizi di lingkungan kerjanya masing-masing, terutama dalam memberikan pelayanan terhadap ibu hamil.  Kemudian melakukan deteksi dini kasus gizi pada masyarakat melalui posyandu. Terakhir meningkatkan kerja sama lintas sektor dan program untuk mewujudkan manusia Indonesia yang sehat dan prima.

“Dengan gerakan seribu hari kehidupan terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas serta sehat,” kata Safliati.

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Aceh Abdullah Ali, AMG. Diikuti 28 peserta terdiri dari  petugas gizi Puskesmas dan bidan.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply