Din Minimi: Saya Ingin Mengetuk Hati Gubernur

Din Minimi: Saya Ingin Mengetuk Hati Gubernur

LHOKSEUMAWE – Nurdin bin Ismail alias Din Minimi mengaku akan tetap berjuang menuntut keadilan dari Pemerintah Aceh. Hal ini disampaikan Din Minimi kepada portalsatu.com via telepon, Kamis siang, 23 Juli 2015.

“Saya ingin berbicara dari hati ke hati dengan Gubernur selaku orang tua saya,” katanya.

Dia mengaku masih bersembunyi. Lebaran pun dirinya belum sempat lihat orang tua dan anak istrinya. Dengan suara bergetar, Din Minimi amat berharap dapat menyampaikan aspirasinya.

“Bukan urusan pribadi tapi urusan perdamaian dan perjuangan, agar beliau mendengar langsung dari kami yang di bawah” ujarnya.

Ia mengaku sudah tidak berpikir lagi untuk urusan pribadinya. Bilapun harus menjadi korban dirinya sudah siap.

“Saya boleh mati, tapi perjuangan ini pasti ada yang melanjutkan,” katanya.

Ia juga meminta banyak pihak belajar dari konflik Aceh sejak perang Belanda. Menurutnya pemimpin perjuangan di Aceh boleh saja ditangkap atau ditembak, tapi selalu ada yang melanjutkan. “Jadi bang, lon ka siap apapun, karena han mate perjuangan karena mate lon, ingat nyan (jadi bang, saya sudah siap apapun, karena tidak mati perjuangan karena saya mati, ingat itu,” ujarnya.

Din Minimi mengaku amat prihatin dan kesulitan hidup bersembunyi di hutan. Dia juga mengaku tidak bisa mengakses internet sehingga jarang membaca media.

Adak na sinyal pih kiban ta akses bang, lon pake hp nokia sente (walau sinyal ada pun bagaimana kita mengakses bang, saya pakai hp Nokia senter/lawas),” katanya sambil tertawa.

Di sisi lain, Din Minimi meminta kepada siapapun agar tidak mencatut perjuangannya untuk menipu. Dia mengaku tidak akan meminta bantuan apalagi memeras. “Kon nyan tujuan lon, menye sikada mita peng pane meunoe (bukan itu tujuan saya, kalau sekadar cari uang bukan seperti ini mengangkat senjata),” katanya.

Menurutnya kesediaan Gubernur Aceh mendengar suara mantan kombatan akan menjadi obat dari banyak kekecewaan rekan-rekannya. “Jangan diduga macam-macam, kami hanya ingin menyampaikan keluhan kepada pemimpin yang sudah kami perjuangkan,” ujar Din Minimi mengakhiri wawancara.[](bna)

Foto: Din Minimi (berkumis) dan rekan-rekannya dengan Ketua AHF Abdul Hadi (baju putih). @Maulana Amri/portalsatu.com

Leave a Reply