Dimulai di Aceh, Pengadilan Agama Telah Ada Sejak 130 Tahun Lalu

SIAPA nyana, usia Pengadilan Agama (PA) lebih tua dibanding dengan usia negara Indonesia. Jika Indonesia pada 17 Agustus nanti berumur 67 tahun, maka PA tepat hari ini berusia 130 tahun.

"Tanggal 1 Agustus adalah tanggal lahirnya peradilan agama. Hari ini 130 tahun yang lalu, peradilan agama mulai resmi berdiri, berdasarkan Staatsblad 153 Tahun 1882," kata Dirjen Badan Peradilan Agama (Badilag), Wahyu Widiana kepada detikcom, Rabu (1/7/2012).

Beleid itu dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda untuk menindaklanjuti Keputusan Raja Belanda Willem III, tanggal 13 Januari 1882 yang dimuat dalam Staatsblad 152 Tahun 1882. Staatsblad itulah yang jadi payung hukum pembentukan pengadilan agama di Jawa dan Madura.

"Meski secara resmi baru berdiri pada 1882, sesungguhnya peradilan agama dengan berbagai variannya telah eksis di Nusantara sejak lama, ketika berbagai kerajaan Islam masih berjaya sebelum datangnya bangsa Eropa," ujar Wahyu.

Peradilan agama telah eksis di berbagai kerajaan Islam di Nusantara. Mulai dari Aceh, Banten, Priangan, Mataram, Gowa hingga Ternate, dengan nama dan kedudukan yang beraneka ragam.

"Peradilan Agama dulu dikenal sebagai peradilan serambi, karena tempat sidangnya di serambi-serambi masjid," kata Wahyu.

Setelah berlalunya era kolonialisme, pada masa kemerdekaan hingga sekarang, peradilan agama lantas mengalami pasang surut, baik dari segi kedudukan, kompetensi maupun anggaran.

Tahun 1989 menjadi titik balik eksistensi peradilan agama, ketika diundangkannya UU No 7/1989 tentang Peradilan Agama. UU tersebut telah diubah dua kali, terakhir dengan UU No/50 Tahun 2009. Pada tahun 2004, peradilan agama resmi berada satu atap di bawah Mahkamah Agung, bersama peradilan umum, peradilan tata usaha negara dan peradilan militer.

Kini, di seluruh Indonesia, peradilan agama terdiri atas 29 pengadilan tingkat banding dan 359 pengadilan tingkat pertama. Khusus di Aceh, nomenklatur yang dipakai bukan pengadilan agama, melainkan mahkamah syar'iyah.

"Perkara yang ditangani peradilan agama tiap tahun selalu naik. Pada tahun 2011, peradilan agama menangani tidak kurang dari 350 ribu perkara. Tidak melulu perkara nikah, talak, cerai, rujuk tetapi tidak sedikit juga perkara waris, bahkan ekonomi syariah dan jinayah," tandas Wahyu. | sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply