Dilanda Banjir Kiriman, Warga Matangkuli Panik

Dilanda Banjir Kiriman, Warga Matangkuli Panik

LHOKSUKON – Warga sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara panik akibat banjir kiriman yang datang tiba-tiba pada pukul 04.00 WIB pagi tadi, Selasa, 1 September 2015.

Meski air mengalir pelan, warga tetap waspada dengan mengungsikan perabotan rumah tangga dan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.

“Banjir kali ini benar-benar di luar perkiraan. Sekarang musim kemarau dan cuaca sangat panas. Tidak ada tanda-tanda akan banjir karena air di Krueng Pirak juga biasa saja,” kata Geuchik Desa Hagu, M Nasir, kepada portalsatu.com.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan kiriman dari Pante Bahagia, Paya Bakong. Meski aliran airnya tidak deras, warga tetap khawatir debit air akan bertambah. Apalagi jika hujan di kawasan pegunungan Kabupaten Bener Meriah.

“Sedari pagi tadi warga mulai menaikkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Tempat pengungsian barang itu memang sudah disediakan hampir di seluruh rumah, mengingat banjir sudah menjadi langganan warga di Matangkuli,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Redy, 30 tahun, warga Matangkuli. “Sejak pagi tadi badan jalan di Desa Hagu sudah tidak dapat dilintasi sepeda motor. Jika pun ada yang nekat melintas, rata-rata mogok di jalan. Karena air masuk dalam knalpot,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Matangkuli, Sarjan, secara terpisah mengatakan sejauh ini banjir belum mengganggu aktivitas belajar di kawasan tersebut.

“Saat ini aktivitas belajar di sekolah yang ada di Matangkuli masih normal. Air ada yang sudah masuk ke pekarangan beberapa sekolah, tapi masih normal dan hanya mengalir perlahan. Namun apabila ketinggian air bertambah, maka siswa akan kami pulangkan. Sejauh ini belum ada laporan tentang gangguan banjir di sekolah,” jelas Sarjan.[] (ihn)

Foto : Sejumlah siswa MTsN Matangkuli, Aceh Utara bermain di tepian banjir yang merendam badan jalan Desa Hagu, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara @portalsatu.com/Zulkifli Anwar

Leave a Reply