Dijerat Hukuman Mati, Orang Tua Minta Keringanan

SIGLI – Orangtua Agus Cahya bernama Mukhtar bin Rosan, usia 57 tahun datang dari Palembang ke Aceh untuk menjenguk anaknya, Rabu 24 Oktober 2012. Dia sama sekali tidak menyangka kalau putranya melakukan pelanggaran berat dan diancam hukuman mati.

"Saya baru mengetahui penangkapan Agus setelah mendapat pemberitahuan dari pihak Polres Pidie sepekan setelah penangkapan," ujar Mukhtar kepada ATJEHPOSTcom, usai menjenguk anaknya.

Selain menjenguk Agus, Mukhtar juga mendapat panggilan sebagai pemilik truk yang digunakan terdakwa saat mengangkut ganja seberat 356 kg dari Aceh dengan tujuan Jakarta, 24 April 2012 lalu. Dia mengatakan, truk tersebut baru saja dibeli secara kredit.

"Rencananya truk tersebut mau diajukan kontrak ke pertamina sebagai truk pengangkut sampah," kata dia.

Tapi, terdakwa membawa truk tersebut tanpa sepengetahuan Mukhtar. Kata dia, Agus hanya berpamitan pada ibunya untuk mengantar barang ke Medan dengan menggunakan truk tersebut.

"Tapi malah digunakan bersama temannya pergi ke Aceh untuk mengangkut ganja."

Menurut Mukhtar, Agus sebenarnya mengalami gangguan psikologis sehingga mudah terpengaruh ajakan temannya. Bahkan, kata dia, sebelum tersangkut kasus tersebut dia pernah dirawat beberapa bulan di rumah sakit jiwa.

"Agus belum pernah berurusan dengan polisi," ujarnya.

Tapi, dia mengakui anaknya sedikit bandel karena kurang pendidikan.

"Kalau bandel iya, sekolah aja smp tidak ia tamatkan tapi dia anak yang rajin membantu saya mengerah karet dan mengurus kebut sawit," tuturnya.

Mukhtar mengatakan, dia tidak mengenali teman Agus yang juga ikut ditahan di PN Sigli Aceh tersebut. Meskipun kecewa, namun dia berharap Majelis Hakim tidak menjatuhkan hukuman mati pada anaknya karena masih terlalu muda.

Dia berharap, pengadilan bisa memberikan kesempatan pada anaknya dan mampu menegakkan hukum secara adil.

"Kalau memang anak saya harus menerima hukuman mati di Aceh saya rela asal tidak untuk anak kami saja, tetapi juga untuk orang yang telah mencuri uang negara," kata dia sembari menangis.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply