Didatangi Perampok, Enam Karyawan Tambang Diamankan di Mapolres Aceh Barat

MEULABOH – Enam karyawan penambang bijih besi PT Karyawan Unggul Sentosa (KUS) yang beroperasi di Desa Lawet, Kecamatan Pantee Cermen, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa diamankan pihak kepolisian setelah Senin, 8 Oktober 2012 lalu kamp tempat mereka tinggal didatangi lima orang perampok.

Kepala Satreskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Ryan Citra Yudha, kepada The Atjeh Post, Rabu, 10 Oktober 2012 mengatakan, berdasarkan keterangan awal yang diterima dari para karyawan tersebut, beberapa malam lalu mereka didatangi para perampok bersenjata memakai sebo lengkap dengan senjata api leras panjang, dan membawa senjata tajam jenis parang.

Komplotan perampok itu kata Iptu Ryan, saat menuju ke kamp sempat melepaskan tembakan sebanyak tiga kali ke atas, pertama pada posisi jarak jauh, setelah itu pada jarak sedang dan dari jarak dekat.

“Sampai di kamp mereka memanggil salah satu karyawan berinisial M, lalu meminta sejumlah yang, lalu M menjumpainya dengan dua karyawan lainnya,” katanya.

Pada ketiga karyawan tersebut perampok meminta sejumlah uang, mereka lalu mengumpulkan uang sebanyak Rp 1,5 juta. Namun karena tidak puas dengan uang sejumlah yang diterima, para perampok itu mengancam akan kembali pada malam selanjutnya dan mereka diminta untuk menyiapkan uang sebanyak Rp 200 juta.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya aksi pemerasan dari perampok bersenjata tersebut, akhirnya polisi dibantu TNI pada malam harinya menuju ke lokasi untuk melakukan penyergapan namun kawanan perampok tersebut tidak datang seperti yang dijanjikan.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya enam karyawan tersebut diamankaan oleh polisi di Mapolres Aceh Barat, serta diperiksa guna mendapatkan keterangan,” katanya.

Iptu Ryan menambahkan hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa kawanan perampok tersebut, karena saat ini sedang dalam proses pemeriksaan terhadap enam orang saksi karyawan PT KUS.

Sementara M, salah satu karyawan yang diperiksa penyidik mengatakan, awalnya ia dijumpai oleh dua perampok, yang satunya memegang senjata laras panjang dan seorang lai memegang paran. Tiga lainnya berada di atas bukit dengan posisi berjongkong, dua di antara mereka juga memegang senjata, serta satunya memegang parang.

Dua perampok yang menemui dirinya meminta uang, namun M memanggil dua rekan kerjanya untuk bertemu dengan perampok tersebut, di sana mereka mengumpulkan uang Rp 1,5 juta dan menyerahkan pada perampok tersebut. M mengaku tidak mengenal perampok tersebut karena semuanya bersebo.

Keenam karyawan tersebut adalah Khonjung Kie, 44 tahun, Sandri Jaya, 42 tahun, Wongso Ratekno, 37 tahun, Misran, 30 tahun, dan dua lainnya tercatat sebagai Warga Negara Asing asal Cina yaitu Pengsong, 38 tahun dan Tan Xan Ke, 40 tahun.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply