Dibanding serangan militer, Turki lebih inginkan perubahan rezim di Suriah

Amerika Serikat berencana melancarkan aksi militer terbatas terhadap Suriah. Menurut Turki, aksi ini tidak cukup. Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengharapkan adanya kampanye berkelanjutan untuk menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Operasi terbatas tak bisa memuaskan bagi kami," kata Erdogan seperti dikutip stasiun televisi NTV dan dilansir kantor berita AFP, Sabtu 31 Agustus 2013.

Dikatakan Erdogan, negaranya lebih menginginkan perubahan rezim di Suriah daripada sekadar serangan terbatas terhadap negara Arab tersebut.

Pemimpin Turki itu pun mencontohkan operasi militer terhadap Yugoslavia oleh NATO saat perang Kosovo pada tahun 1998 dan 1999. "Jika itu seperti contoh Kosovo, rezim Suriah tak akan bisa berlanjut," tutur Erdogan.

Pemerintah Turki selama ini telah terang-terangan menyerukan perubahan rezim di Suriah sejak pergolakan melanda negeri itu pada tahun 2011.

Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama bersikeras bahwa dunia harus bertindak setelah warga sipil Suriah, termasuk wanita dan anak-anak tewas dalam serangan kimia. Obama mencetuskan, AS tengah mempertimbangkan aksi "terbatas dan kecil" terhadap Suriah.

Obama menekankan dirinya belum membuat keputusan final soal melancarkan serangan militer terhadap rezim Assad. Namun dia mengisyaratkan bahwa serangan memang akan dilakukan.[] sumber : detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply