Dian Rana Bungalow, Tempat Asyik Habiskan Akhir Pekan di Lampuuk

GELAR Syariat islam di bumi Serambi Mekkah rupanya tidak menurunkan semangat para pengusaha di sektor pariwisata. Justru, di lain pihak mereka menganggap ini sebagai keunikan dan cirri khas tersendiri bagi daerah Aceh.

Tak heran, di tengah arus peraturan yang dinilai membelenggu aktivitas justru membuat usaha beberapa pelaku bisnis di sekor pariwisata semakin berkembang.

Salah satunya adalah usaha bungalow atau homestay Dian Rana di kawasan wisata Lampuuk, Aceh Besar. Usaha milik Faisal, lelaki berusia 35 tahun ini mulai dirintis sejak tahun 2009 lalu. Sebagian dari anda mungkin sudah tak asing lagi dengan nama Dian Rana Bungalow.

Yah, Faisal adalah salah satu dari sekian banyak pelaku pariwisata di Aceh yang tak ingin menjadikan syariat islam sebagai pengganjal usahanya. Terbukti, dari awalnya hanya mempunyai satu kamar tidur. Dian Rana yang dikelolanya sekarang sudah memiliki 10 kamar tidur denga berbagai tipe.

Kepada The Atjeh Post, Faisal menceritakan hal ihwal bisnis yang dikelolanya tersebut. Menurutnya, para wisatawan asing lebih menyukai tempat-temat seperti bungalow untuk menginap daripada hotel-hotel mewah yang terletak di pusat kota.

Faisal pun semakin jeli melihat peluang bisnis tersebut. Keindahan pantai Lampuuk yang sudah mendunia itu pun tak luput dari perhatiannya. Menurutnya, di tempat ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan suguhan pantai dengan pasir putihnya saja. Tetapi mereka juga bisa merasakan dan menikmati suasana pegunungan yang sejuk dan hijau.

“Bisnis bungalow ini adalah salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan,” kata Faisal kepada The Atjeh Post, Sabtu, 2 Juni 2012.

Lampuuk merupakan pantai yang paling digemari oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu akhir pekan mereka. Tak terkecuali para wisatawan asing. Jarak tempuhnya hanya 25 kilometer dari pusat kota. Membuat masyarakat tidak kesulitan untuk mencapai tempat wisata ini.

Dian Rana bungalow yang dibangun pada tahun 2009 ini awalnya hanya ada satu kamar. Berkat kegigihan Faisal, dalam waktu satu tahun berkembang menjadi empat kamar. Dan pada akhir tahun 2011 lalu Faisal mengubah semua konsep bungalownya menjadi lebih modern dan minimalis.

Fasilitas yang disediakan pun tak kalah dengan fasilitas hotel berbintang, tempat tidur King Bed, bathroom, AC, dan TV. Untuk lebih memanjakan tamunya, Faisal juga membuat kamar-kamar dengan kelas suite room dan deluxe room.

“Kalau yang suite room harganya Rp 400 ribu per malam, sedangkan yang deluxe harganya hanya Rp 250 ribu. Kami juga menyediakan kamar-kamar bagi para backpacker dengan harga Rp 70 ribu sampai Rp 150 ribu per malamnya,” kata Faisal.

Selain menyediakan penginapan, Dian Rana juga memiliki restoran yang menyediakan berbagai menu makanan western seperti spaghetti dan pizza pasta. Untuk manakan lokal yang menjadi menu andalan dan paling digemari pengunjung adalah ikan bakar.

Agar bisnis yang dikelolanya tetap selaras dengan konsep negeri syariat, Faisal punya trik sendiri. Yaitu selain wisatawan asing, tamu-tamu lokal lainnya yang ingin menginap harus menunjukkan surat nikah. Peraturan ini tentu saja berlaku bagi tamu yang datang berdua dengan lawan jenisnya.

“Peraturan ini sudah kita sepakati dengan masyarakat gampong setempat,” ujar Faisal.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply