Dialog The Pade hasilkan naskah sumpah Wali Nanggroe

KETUA Majelis Adat Aceh, Badruzzaman SH, mengatakan kegiatan dialog partisipatif (meudrah) yang dilaksanakannya di Hotel The Pade bertujuan untuk mensosialisasi qanun nomor 8 tahun 2012 tentang Wali Nanggroe. Sosialisasi ini dinilai penting untuk menyatukan aspirasi masyarakat di Aceh.

“Ini bentuk sosialisasi. Sedangkan pelantikan sendiri akan berlangsung di DPR Aceh nantinya,” kata dia.

MAA, kata dia, hanya berperan sementara hingga kelembagaan Wali Nanggroe terbentuk nantinya.

Sosialisasi ini, ujarnya lagi, akan berlangsung secara maraton di seluruh daerah Aceh hingga nantinya ada pertemuan atau meudrah besarnya nanti.

“Dalam sosialisasi juga akan dijaring aspirasi seluruh kalangan. Sehingga semua aspirasi tertampung,” kata dia.

Sebagai lembaga penyatu adat budaya Aceh, ujarnya lagi, kelembagaan Wali Nanggroe diusulkan untuk menjaga khasanah Aceh yang beragam di seluruh kabupaten kota. Khasanah ini dinilai patuh dijaga serta diperjuangkan sebagai aset Aceh nantinya.

“Khasanah Aceh ini beragam. Di tiap daerah seperti Nagan, Aceh Tengah, Aceh Barat dan lainnya. Ini harus dilestarikan. Sebagai contoh, Bali memilih khasanah yang tetap terjaga selama ini. Aceh saat ini sudah memiliki undang-undang, masak khasanah tersebut tidak terjaga,” kata dia.

Selain itu, kata dia, dalam dialog di The Pade juga dirumuskan naskah sumpah pengangkatan Wali Nanggroe. “Naskah ini masih rahasia. Belum bisa dipapar saat ini,” ujarnya.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply