Di Takengon, pakar arkeologi nasional beri penyuluhan prasejarah

PENELITI senior dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Prof DR Harry Truman Simanjuntak, hadir di Takengon dalam sebuah pertemuan yang membahas bidang ilmu arkeologi bersama elemen masyarakat Aceh Tengah, Sabtu 29 Juni 2013.

Penulis buku Gunung Sewu In Prehistoric Times ini, menjadi salah satu pemateri pada kegiatan penyuluhan arkeologi yang digelar sehari di Linge Land Hotel, Takengon.

Truman hadir bersama sejumlah pakar arkeologi lainnya dari Balai Arkeologi Medan untuk membahas keterkaitan temuan prasejarah di Loyang Mendale Takengon dengan kehidupan masyarakat di zaman sekarang.

"Arkeologi adalah ilmu yang membahas masa lalu untuk kepentingan masa sekarang dan masa mendatang," kata Truman Simanjuntak, memulai penjelasannya dalam kegiatan penyuluhan yang digelar.

Menurutnya, temuan kerangka prasejarah di Loyang Mendale memiliki nilai strategis dan sangat berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang arkeologi.

Dikatakannya bahwa penelitian Balai Arkeologi Medan yang dipimpin Ketut Wiradnyana di Loyang Mendale, telah menemukan sebuah situs unik yang jarang ditemukan sebelumnya oleh para peneliti arkeologi, karena adanya kesinambungan temuan dari penelitian prasejarah yang dilakukan di tempat itu.

Karenanya, arkeolog yang pernah melakukan penelitian prasejarah 13.000 tahun di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, mengharapkan kepada semua pihak di Aceh Tengah agar situs prasejarah yang ditemukan di Loyang Mendale, bisa tetap dijaga dan dilestarikan.

"Masyarakat pun harus tahu dan mengerti terkait temuan ini, artinya mengerti potensi dan tahu sejarah serta budaya yang terkait dengan identitas masyarakat sekarang, baru akhirnya semua kita bisa merasa saling memiliki terhadap temuan ini," ujar Truman Simanjuntak.[](ma)

  • Uncategorized

Leave a Reply