Di Meulaboh, Kapolda juga Bicara Perekonomian

MEULABOH – Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan angkat bicara soal perekonomian rakyat Aceh yang relatif masih rendah. Lambatnya pertumbuhan perkonomian Aceh sepanjang lima tahun terakhir, dinilai berbanding terbalik dengan kondisi keuangan yang dimiliki.

Hal ini diungkapkan Iskandar Hasan dalam pertemuan dengan sejumlah nelayan pantai barat-selatan Aceh, di Meulaboh, Aceh Barat, Kamis, 31 Mei 2012. Menurut Iskandar, masyarakat miskin di Aceh masih cukup banyak, terutama nelayan dan petani.

Padahal, kata dia, dana otonomi khusus yang diterima Aceh  paska MoU Helsinki, mencapai Rp 20 triliun pertahunnya. Dana ini akan terus di terima selama lima belas tahun ke depan. Jika dikalikan lima tahun, Aceh menerima sebanyak Rp 100 triliun. Ini artinya, selama tiga periode, Aceh memiliki anggaran hingga Rp 300 triliun. “Jadi terkait masalah kemiskinan di Aceh sangat mustahil jika tidak mampu di atasi pemerintah Aceh,” katanya.

Itulah sebabnya, kata Iskandar, pemerintah Aceh harus mampu mengelola keuangan dengan program- program memihak kepada masyarakat Aceh. Salah satunya, seperti pemberdayaan nelayan. “Ini harus menjadi prioritas dalam peningkatan sektor ekonomi, serta tidak membiarkan nelayan terus- terusan hidup dibawah garis kemiskinan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga mengatakan komit untuk ikut membangun ekonomi masyarakat.“ Meskipun posisi saya sebagai polisi, saya siap membantu masyarakat dengan menyumbangkan pemikiran saya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Selain itu kapolda juga mengatakan, berbagai masukan masyarakat yang diterimanya, akan disampaikan kepada pemerintah Aceh. []
    
Baca juga:

Nelayan Curhat ke Kapolda Soal Penjarahan Ikan

  • Uncategorized

Leave a Reply