Di Medan, Balita Ditabrak Kereta Api

MEDAN-Kondisi Irfan Sianturi, 3 tahun, kritis setelah ditabrak kereta api di depan rumahnya. Irfan mengalami retak pada tulang kepala.

Saksi mata, Uma Mutiara, mengatakan peristiwa terjadi saat korban bermain di sisi rel kereta api di depan rumahnya Jalan Elang, Medan, Sumatera Utara, Kamis 7 Juni 2012. Ia memang terbiasa bermain di rel kereta tersebut. Biasanya, Uma menjelaskan, Irfan langsung menyingkir dari rel jika mendengar suara kereta yang akan melintas.

Namun, saat kereta penumpang dari arah Rantau Prapat melintas di tempat Irfan biasa bermain, ia tak menyingkir seprti biasanya. Irfan terlambat menghindar. Akibatnya, tubuh balita malang itu terlempar disenggol gerbong kereta.

"Irfan memang sudah biasa bermain di rel kereta api. Biasanya kalau ada kereta api Irfan langsung turun dari lintasan ke halaman rumah. Tadi tidak, karena itu tersenggol gerbong," kata Uma.

Warga yang ada di lokasi kejadian langsung mengevakuasi Irfan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan. Tempurung kepala Irfan mengalami retak pada bagian pelipis kiri.

Ibu korban, Samsinur Pasaribu, hanya terduduk lemas akibat shock mendapat kabar anaknya tertabrak kereta api.| sumber:detik

  • Uncategorized

Leave a Reply