Di dalam mobil Soekarno

SAYA yang bernama lengkap Tarmizi A. Gani lahir di sebuah desa pedalaman Alue Sijuek, Peudada, Bireuen, Aceh. Sebelumnya sempat tinggal di Denmark selama delapan tahun. Akhirnya di pertengahan 2012 saya dan keluarga memilih pulang kembali ke Bireuen.

Menjadi sebuah kebanggaan rasanya ketika bisa mencoba menempati mobil yang pernah dipakai mantan RI-1, Presiden Soekarno. Saya menaikinya ketika berada di Yogyakarta, 21 Juni 2013.

Mobil ini masih terlihat sangat bagus, gagah dan mewah. Setelah saya memotret beberapa gambar dari luar, saya beralih untuk memotret ruang dalamnya. Saya tertarik juga untuk duduk dan memegang setirnya. Ternyata keinginan saya tercapai bersama seorang teman wartawan lainnya bernama Amiruddin Abdullah Reubee.

Ketika saya memegang setirnya, lantas saya terpikir mungkinkah ini sebuah pertanda awal suatu saat saya akan menjadi orang ternama di Indonesia. Ah… tidak mungkin saya pikir.

Namun, sesuatu yang luar biasa menurut saya bisa memegang setir mobil sang tokoh urutan penting Indonesia yang pernah bermarkas di Kota Juang Bireuen. Ini menjadi salah satu catatan penting dalam hidup saya, sebagai manusia rasanya tidak salah kalau saya juga berkeinginan menjadi tokoh penting yang bisa menyusun sejarah seperti yang telah dilakukan Soekarno. Walaupun saat ini saya lebih memilih berjuang untuk para petani.

Sebagai putra Aceh saya mempunyai keinginan yang besar untuk para petani-petani di Aceh agar bisa hidup sejahtera, makmur dan bahagia, seperti para petani di negara Skandinavia.

Tarmizi Age, Pembina Lembaga ACDK (Ac-Denmark)

  • Uncategorized

Leave a Reply