Di Bireun, Kakek Ditemukan Tergantung di Rumpun Bambu

BIREUEN – Puteh Teungoh, 75 tahun, warga Desa Cot Mesjid, Kecamatan Juli, Bireuen ditemukan tewas tergantung di rumpun bambu kawasan Desa Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Jumat, 1 Juni 2012 sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi dihimpun The Atjeh Post menyebutkan Puteh ditemukan tewas tergantung oleh Fakhri, 20, warga Blang Tingkeum. Fakhri pekerja pabrik batu bata mendekat ke rumpun bambu untuk buang air. Ada yang menyebut ambil bambu untuk kayu bakar batu-bata.

Temuan itu membuat Fakhri ketakutan, dia menjauh dari lokasi dan memberitahukan temuannya kepada Nurbaiti, 50, ibunya. Temuan itu diteruskan kepada warga sekitar dan dilaporkan ke aparat Polsek Kota Juang.

Puteh Teungoh ditemukan dengan posisi tergantung. Ujung kakinya sekitar satu meter dari permukaan tanah. Leher terjerat dengan sejenis tanaman rambat. Tanaman rambat terlilit ke pohon bambu yang  bagian atasnya telah dipotong.

Sejumlah polisi turun ke lokasi, sebelumnya puluhan warga sekitar duluan merapat ke lokasi temuan untuk melihat secara dekat. Dengan kondisi yang ditemukan diyakini korban tewas sebab gantung diri.
Saat ditemukan korban memakai kaos kijau dan celana ponggol krem itu lidahnya menjulur keluar. Di bagian kemaluannya keluar mani. Kedua hal itu merupakan tanda-tanda orang bunuh diri.

Jenazah korban diturunkan setelah tim identifikasi Polres Bireuen melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Fauziah Bireuen dengan ambulan rumah sakit pemerintah itu.

Dr Baldatun, dokter yang menangani jenazah Puteh menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Tidak ditemukan adanya hal yang mencurigakan di tubuh korban,” katanya kepada The Atjeh Post.

Bukhari, 35 tahun, anak kandung korban mengatakan ayahnya keluar rumah sekitar pukul 07.00 Wib pagi tadi. Memang biasanya ayahnya keluar rumah dan pergi ke kawasan Desa Blang Tingkeum.
“Selama ini tidak masalah dalam keluarga yang menjadi alasan dia berbuat seperti ini,” kata Bukhari. Hanya saja diakuinya korban selama ini sakit-sakitan, maklum sudah tua.

Keterangan warga sekitar lokasi korban ditemukan menyebutkan ada warga yang sempat melihat korban melintas di pabrik batu bata milik warga setempat sekitar pukul 08.00 pagi tadi. Rumpun bambu tempat korban ditemukan terpaut 20 meter dari sebuah pondok batu bata milik warga setempat.

Kapolsek Kota Juang Iptu Syamsul yang turun langsung ke lokasi membantu evakuasi korban menyebutkan senada tidak ada hal yang mencurigakan dalam kasus kematian korban. “Dari fakta dan tanda fisik, diyakini korban gantung diri,” katanya.

Usai divisum di RSUD Fauziah, jenazah korban dibawa pulang keluarganya untuk di fardhukifayahkan. []

  • Uncategorized

Leave a Reply