Di Bireuen, investor pemijahan benih kerapu hasilkan 8000 ribu ekor per bulan

SELAMA ini masyarakat Bireuen yang membudidaya ikan kerapu harus menunggu pasokan satu sampai dua juta ekor benih per bulan dari Bali. Belakangan sudah ada investor mengembangkan pemijahan benih kerapu yang menghasilan delapan ribu ekor per bulan di Gandapura, Bireuen.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bireuen, Jafar Ibrahim kepada ATJEHPOSTcom, Rabu 27 Maret 2013. Kata dia, di bidang budidaya pihaknya memprioritaskan budidaya kerapu, udang dan bandeng di Kecamatan Jangka, Simpang Mamplam dan beberapa kecamatan lainnya.

“Kita juga melakukan pembinaan budidaya ikan air payau yang dikembangkan masyarakat di sejumlah lokasi,” ujar Jafar Ibrahim.
 
Sedangkan bidang peningkatan hasil ikan tangkap, Jafar mengatakan salah satu program tahun anggaran 2013 ini, Pemkab Bireuen akan menyalurkan 10 unit boat 40 GT kepada kelompok nelayan.
 
Kata Jafar, selama ini nelayan Kabupaten Bireuen cenderung mencari ikan hanya berjarak 2 mil dari pantai. Ke depan, kata dia, diupayakan boat nelayan Bireuen dominan boat langga yang berukuran besar sehingga dapat menangkap ikan di Zona Ekonomi Eklusif (ZEE), sebagaimana dilakukan nelayan asing.   
 
“Masalahnya Muara PPI Peudada masih dangkal, sehingga boat-boat nelayan itu akan sulit saat melaut dan berlabuh. Kondisi itu sudah menyulitkan nelayan sejak beberapa waktu lalu,” ujar Jafar.
 
Mengenai investor, Jafar mengatakan selain mengembangkan pemijahan benih ikan kerapu di Gandapura, juga ada pengembangan udang panamae di Peudada, di areal 35 hektar bekerja sama dengan masyarakat setempat.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply