Di Aceh Tengah, Warga Perluas Masjid Secara Swadaya

Perkembangan masyarakat yang semakin hari semakin bertambah turut pula menuntut pengembangan rumah ibadah di kawasan tempat tinggal masyarakat itu.

Demikian pula yang dialami oleh warga Kampung Kuyun Toa, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah. Saat ini, kondisi Masjid Darus Sakinah di desa Kampung Kuyun Toa relatif tidak dapat menampung lagi jumlah jemaah yang terus bertambah hingga telah mencapai lebih dari 80 kepala keluarga.

Hal inilah yang mendorong warga Kampung Kuyun Toa secara swadaya melakukan renovasi dan pengembangan masjid tersebut. "Selama ini kami selalu kesulitan, terutama dalam beribadah di hari Jumat maupun hari lain seperti di bulan ramadan. Mesjid yang berukuran 8×10 meter tidak dapat lagi menampung jemaah yang ada," ungkap Junaidi (26), salah seorang pemuda setempat ketika melakukan persiapan pengecoran perdana tiang masjid, Senin (13/2) siang.

Masjid Darus Sakinah ini dibangun pada 2008 yang lalu. Pada saat itu, Wakil Bpati Aceh Tengah, Djauhar Ali langsung hadir untuk meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Namun, pembangunan kemudian terhenti akibat kekurangan dana.

"Sekarang kami berkeinginan untuk melanjutkan pembangunan masjid. Dan untuk itulah kami mengundang Bupati Aceh Tengah, Bapak Nasaruddin, untuk melakukan pengecoran tiang perdana," tutur Muhammad Zul, Kepala Kampung Kuyun Toa.

Muhammad, yang juga merupakan Ketua Pembangunan Masjid ini menuturkan anggaran perluasan masjid ini direncanakan mencapai Rp 525 juta, dengan ukuran 17×17 meter persegi. Namun, kata Muhammad, dana yang baru terkumpul hingga saat ini baru mencapi Rp 24 juta.

"Karena dana yang terkumpul masih sangat sedikit, kami sangat mengharapkan uluran tangan dari kaum muslimin dan muslimah yang memiliki kelebihan rezeki," katanya.

Sementara Bupati Aceh Tengah, yang hadir untuk melakukan pengecoran perdana bangunan tiang masjid, menilai apa yang dilakukan oleh masyarakat secara swadaya dan gotong royong untuk membangun masjid telah sesuai dengan tuntunan ajaran islam.

Bupati yang juga mantan penyuluh pertanian itu juga ikut mendorong  warga agar jangan ragu menyisihkan rezeki yang dimiliki untuk pembangunan rumah ibadah. Menurutnya, hal itu dapat mempercepat pembangunan masjid, sekaligus mendatangkan pahala bagi penyumbangnya.

"Bantuan yang kita sumbangkan untuk pembangunan masjid hari ini pada hakikatnya merupakan bala bantuan yang akan membantu kita kelak (di akhirat)," tandas Nasaruddin. []

  • Uncategorized

Leave a Reply