Dewan Minta Masyarakat Tak Bangun Rumah Pinggir Sungai

ANGGOTA DPRK Aceh Utara Sulaiman berharap masyarakat tidak membangun rumah di pinggir sungai. Pasalnya, rumah warga berpotensi hanyut akibat banjir yang mengancam keselamatan jiwa.

“Dalam dua bulan ini saja (November dan Desember) sudah beberapa kali terjadi banjir bandang di sejumlah kecamatan di Aceh Utara akibat curah hujan tinggi. Kondisi ini sangat rawan bagi masyarakat yang rumahnya di pinggir sungai,” ujar Sulaiman akrab disapa Nyakman kepada ATJEHPOST.co lewat telpon seluler, Kamis, 18 Desember 2014, sore.

Sulaiman mencontohkan, banjir menghanyutkan satu rumah warga Gampong Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara pada 22 November 2014. Beruntung, satu keluarga yang tengah tertidur lelap dalam rumah berkonstruksi kayu itu berhasil diselamatkan sejumlah warga setempat. (Baca: Banjir Hanyutkan Rumah Warga Sawang Aceh Utara).

Selain itu, kata Sulaiman, dua warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, tenggelam di Krueng Jambo Aye di dua lokasi terpisah. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Muhammad Yunus Abu Bakar (57), warga Buket Linteung, Langkahan pada 17 Desember 2014. (Baca: Dua Warga Tenggelam di Krueng Jambo Aye, Satu Meninggal).

“Satu korban tenggelam lainnya akibat banjir, Sukren S (40), warga Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, ditemukan meninggal dunia, siang tadi,” kata Sulaiman yang merupakan Ketua Komisi A DPRK Aceh Utara.

Politisi Partai Aceh (PA) ini mengapresiasi tim SAR Aceh Utara yang siaga pnuh di lokasi banjir di Langkahan sejak kemarin. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras pihak SAR yang siaga penuh dan gerak cepat di lapangan,” ujar Sulaiman.

Informasi diperoleh Sulaiman, Pemerintah Aceh Utara melalui dinas terkait telah menyalurkan bantuan masa panik kepada masyarakat korban banjir di Langkahan. Ia berharap semua instansi terkait terus memantau perkembangan di setiap kecamatan, sebab banjir berpotensi kembali terjadi lantaran hujan masih mengguyur sampai hari ini.

Seperti di Kecamatan Lhoksukon, tujuh gampong di Kemukiman Lhoksukon Teungoh, dilanda banjir setelah jebolnya tanggul Krueng (Sungai) Peutoe, kemarin. (Baca: Tanggul Krueng Peutoe Jebol, Tujuh Desa di Lhoksukon Terendam).

Banjir yang melanda dua gampong di kawasan pedalaman Kecamatan Langkahan,  Aceh Utara, akibat meluapnya Krueng Arakundo sejak kemarin hingga hari ini membuat belasan kepala keluarga terpaksa mengungsi. (Baca: Krueng Arakundo Meluap, Dua Desa Terendam di Aceh Utara ).[]
 

  • Uncategorized

Leave a Reply