Desa Kumbang Lhoksukon Banjir

Desa Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dilaporkan disapu banjir pada malam tadi sekitar pukul 22.00 WIB. Meski air sudah surut dinihari tadi, warga masih khawatir terjadi banjir susulan. 

“Banjir di Kilometer Tujuh Desa Kumbang akibat air naik (meluap) dari Krueng (Sungai) Peutoe, sejak jam sepuluh tadi malam. Sekarang airnya sudah surut, tapi kami khawatir air naik lagi,” kata Sulaiman, warga Desa Kumbang kepada ATJEHPOST.CO lewat telpon seluler, Sabtu, 13 September 2014, menjelang siang. 

Keterangan sama disampaikan Ismail, warga Desa Kumbang, saat dihubungi terpisah. Ismail dan Sulaiman menyebut banjir tersebut dampak penebangan hutan oleh perusahaan asal Malaysia di kawasan pedalaman Cot Girek, tetangga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. 

“Sebelumnya kawasan ini tidak pernah terjadi banjir pada bulan sembilan (September), biasanya banjir pada bulan dua belas (Desember). Tapi gara-gara perusahaan asal Malaysia itu potong kayu, sekarang sudah banjir di desa kami dan sejumlah desa lainnya,” ujar Sulaiman. 

Informasi diperoleh masyarakat, perusahaan asal Negeri Jiran itu menebang kayu untuk menanam kelapa sawit. “Kami minta Pemerintah Aceh Utara menghentikan izin pemotongan kayu itu. Jika tidak, ke depan semakin parah banjir di kawasan ini,” kata Ismail.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Munawar mengatakan belum menerima laporan tentang banjir di Desa Kumbang, Lhoksukon. “Saya sedang ikut Pak Bupati ke perbatasan Aceh Utara dan Bener Meriah, masalah tapal batas. Saya akan teruskan informasi tentang banjir itu ke kepala bidang terkait untuk dicek ke lapangan,” ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply