Demo tolak kenaikan BBM, mahasiswa UIN malah bentrok dengan warga

BENTROKAN antara mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin melawan koalisi aparat kepolisian dan warga berlangsung sengit. Aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM, di depan kampus di jalan Sultan Alauddin, mengakibatkan tiga sepeda motor di dalam kampus dibakar warga.

Ketiga sepeda motor tersebut diangkat warga saat puluhan mahasiswa pendemo kabur masuk ke dalam kampusnya, Senin 17 Juni 2013. Ketiga sepeda motor tersebut bermerek Yamaha Vixion, Honda Vario Techno dan Suzuki Smash. Ketiga motor tersebut dijadikan "api unggun" oleh warga yang kesal dengan aksi penutupan jalan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Anehnya, tidak ada satu pun aparat kepolisian yang berupaya mencegah warga membakar ketiga sepeda motor tersebut. Setelah api menyala hebat, barulah datang Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaja dan Kapolsek Tamalate Kompol Suaeb.

Tidak lama berselang Kapolda Sulselbar Irjen Burhanuddin Andi dan Wakapolda Brigjen Syahrul Mamma juga datang melihat puing-puing sepeda motor yang diduga milik mahasiswa tersebut.

Burhanuddin Andi menyebutkan dalam peristiwa bentrokan di beberapa titik aksi mahasiswa Makassar diamankan setidaknya 10 pendemo. Ia membantah anggota sengaja membiarkan warga membakar sepeda motor tersebut.

"Kami sudah berkomunikasi dengan para Rektor dan Purek, bahwa kami tidak mentolerir aksi unjuk rasa yang dilakukan pada malam hari, saat ini sudah 10 pendemo yang sudah ditangkap," ujar Kapolda yang baru menjabat selama seminggu di kampung halamannya tersebut.[] sumber : detik

  • Uncategorized

Leave a Reply