Demi Salat di Al Aqsa, Miss Coffee Aceh 2012 Pernah Ditahan Tentara Israel

KECAMUK perang yang melanda Palestina akibat serangan Israel selama sepekan lebih kembali mengingatkan Miss Coffee Aceh 2012 Rainy Regina Prianto, pada perjalanannya ke Israel pada tahun 2007 silam.

Tahun 2007 silam Regina memiliki kesempatan untuk menjalankan ibadah umrah. Setelah selesai umrah ia memutuskan untuk mengunjungi Yerusalem, Regina ingin menuntaskan keinginannya untuk menunaikan shalat di Masjid Al Aqsa.

Regina dan rombongan dari Indonesia menyewa sebuah bus pada travel milik Yahudi. Bus disopiri oleh seorang Yahudi, namun seorang pemandu yang ikut bersama mereka adalah warga Palestina. Kabarnya, kata Regina, memilih travel  milik Yahudi akan membuat perjalanan sedikit lebih lancar.

Perjalanan dimulai. Awalnya, perjalanan diakui Regina berjalan lancar dengan perasaan nyaman. Mereka masuk ke Israel melalui Jordan. Namun, perasaan takut mulai menyelimuti jiwa saat memasuki daerah yang oleh Israel disebut ‘perbatasan’.

Di sana para penumpang mulai diperiksa tentara Israel yang bersenjata lengkap. Regina dan rombongan diperintahkan turun dari mobil, lalu memasuki ruang pemeriksaan semacam kantor keimigrasian.

“Semua petugas memakai persenjataan lengkap,” ujar Regina kepada ATJEHPOSTcom malam tadi, Rabu, 21 November 2012  mengenang hari menegangkan itu. Rombongan mulai diperiksa satu per satu. “Saya memang tidak ada masalah dan selesai menjawab beberapa pertanyaan langsung dianggap selesai,” kata Regina.

Masalah muncul saat petugas mulai mencurigai sepasang suami istri yang ikut dalam rombongan. “Mereka dicurigai karena nama mereka adalah nama islam (nama orang islam pada umumnya),” kata Regina.

Seluruh tubuh pasangan itu digeledah. Barang bawaan juga diperikasa, pakaian mereka juga dilepas. ”Tidak berhenti sampai di situ, sebuah gelang yang dipakai si istri juga dipaksa lepas oleh petugas. Sayang sekali, gelangnya sempit; nggak bisa dibuka, tapi mereka memaksanya dengan kasar,”

Para petugas, kata Regina, kalau sudah mencurigai seseorang akan benar-benar diperiksa secara intensiv termasuk membuka seluruh pakaian yang dikenakan.

Setidaknya, kata Regina, selain sepasang suami istri itu, ada anggota rombongan lain yang menjadi inti kecurigaan dan pemeriksaan petugas Israel saat itu.

“Satu orang dipermasalahkan paspornya karena telah banyak mengunjungi negara-negara lain. Mereka curiga dengan apa yang akan dilakukan orang tersebut di Israel," ujarnya.

Ketegangan berakhir setelah 12 jam disekap para petugas. Mereka diperbolehkan memasuki Yerussalem setelah ban mobil yang mereka tumpangi sampai dibelah demi mencari benda berbahaya  yang mereka curigai ada.

“Para tentara Israel itu bersikap dingin, namun pembawaannya curiga terus,” kata Regina. Mereka tidak banyak bicara namun akan langsung merespon setiap ada hal mencurigakan sekalipun itu sangat kecil.

Lokasi tujuan, akhirnya sampai. Regina beserta rombongan akan memasuki komplek mesjid Al Aqsa. “Terdapat sekitar 8 pintu masuk komplek mesjid yang setiap satu pintu dijaga sebanyak enam tentara Israel bersenjata lengkap,” kata Regina.[] (ihn)

Berita terkait:

Rainy Regina; Finalis Miss Coffe Banda Aceh Penyuka Vanilla Late

Mengapa Israel Ingin Menghancurkan Masjid Al Aqsa

 

  • Uncategorized

Leave a Reply