Delapan Tahanan Rutan Lhoksukon Kabur Saat Sarapan Pagi

LHOKSUKON Delapan narapidana dan tahanan Rutan Lhoksukon, Aceh Utara, melarikan diri saat sarapan pagi, Minggu 2 Desember 2012 sekitar pukul 07.15 WIB. Tiga di antaranya berhasil ditangkap kembali, sedangkan empat lainnya masih buron. Mereka kabur dengan memanjat jeruji besi dan melompat ke atas atap parkir.

Tiga tahanan yang berhasil ditangkap kembali, masing-masing Umar bin Ibrahim (36 tahun) warga Gampong Cempedak, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Khairun bin Junaidi (24 tahun) warga Desa Win Tenang Ukan, Kecamatan Permata, Bener Meriah, dan Safriandi bin Muhammad Ali (37 tahun) warga Desa Jeumpa Glumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Ketiganya tersandung kasus narkotika jenis ganja. Umar merupakan tahanan titipan Pengadilan Negeri Lhoksukon, Khairun tahanan titipan Kejaksaan Negeri Lhoksukon, sedangkan Safriandi merupakan tahanan titipan Kepolisian Resort Aceh Utara.

Kepala Rutan Lhoksukon, M Saleh sedang berada di Banda Aceh karena ada urusan dinas. Saat ini Ridwan SH menjabat sebagai penjabat bagian administrasi rutan, sedangkan M Usman IB sebagai penjabat bagian keamanan.

Ditemui ATJEHPOST.com di Rutan Lhoksukon, Ridwan SH menyebutkan, yang mempermudah tahanan kabur karena jarak antara kawat pagar pengaman dengan atap kantor sangat dekat, hanya 50 centimeter. “Itulah yang mempermudah mereka kabur.”

Kata Ridwan SH, sebelumnya Wakapolres Aceh Utara Kompol Siswoyo pernah menganjurkan agar kawat pengaman ditinggikan untuk menghindari kejadian yang sama (tahanan kabur) karena sudah sering terjadi.

“Saya menyesalkan kaburnya napi/tahanan itu, mengingat saat kejadian dua anggota PAM Polres Aceh Utara tidak ada di tempat. Mereka sedang sarapan pagi ke kedai Lhoksukon dan itu dimanfaatkan oleh napi dan tahanan yang kabur tersebut. Karena mereka sadar betul tidak ada yang memegang senjata selain anggota PAM Polres Aceh Utara. Itu membuat mereka tidak takut dan nekat kabur.”[]

  • Uncategorized

Leave a Reply