Dekan Ushuluddin IAIN: Ibadah Hanya untuk Mengejar Lailatur Qadar adalah Keliru

BANDA ACEH – H Syamsul Rijal, Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, meminta masyarakat Aceh untuk mengisi semua malam di bulan Ramadhan dengan ibadah. Sedangkan tradisi masyarakat yang mengejar pahala di malam-malam ganjil selama Ramadhan dengan harapan mendapat lailatul qadar dinilai keliru dan mesti diluruskan.

“Ada prilaku sebahagian masyarakat yang hanya mengejar ibadah di malam-malam ganjil pada 10 terakhir bulan Ramadhan. Adapun tujuannya, adalah untuk mendapatkan lailatul qadar. Ini salah dan perlu diluruskan,” kata Syamsul Rijal, kepada The Atjeh Post, Jum’at 10 Agustus 2012.

Menurut dia, lailatul qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.

Namun ada sejumlah pendapat yang mengatakan, bahwa lailatul qadar akan datang pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dan bersifat ganjil. Sayangnya, pendapat terakhir tadi sering disalahtafsirkan oleh sebahagian orang dengan hanya mengejar lailatul qadar di malam ganjil 10 terakhir tadi.

“Jika kita ingin beribadah, harus setiap malam secara rutin. Bulan Ramadhan banyak terdapat pahala yang berlipat bagi yang menjalankannya,” ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply