Dedah Depik, Kuliner Endemik Gayo Kaya yang Protein

MENGINJAKKAN kaki di Tanah Gayo rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi hidangan khas dataran tinggi tersebut, selain kopi yang sudah terkenal hingga ke Mancanegara, masih banyak ragam makanan lokal lainnya yang tak kalah enak dan lezat, dan tentunya sehat sebab diracik dari bahan-bahan alami yang berasal di daerah dingin tersebut.

Salah satu kuliner yang sudah sangat melegenda adalah olahan ikan depik, selain karena lezat dan mengandung protein tinggi ikan depik ini juga menjadi sangat spesial bagi masyarakat Gayo sebab ikan ini hanya ada di daerah tersebut, persisnya di danau Laut Tawar.

Depik merupakan ikan endemik (asli) Danau Laut Tawar yang terletak di Takengon, Aceh Tengah. Ikan ini berwarna perak dan besarnya hanya sekitar jari manusia, konon katanya ini ini telah menjadi legenda dan sudah ada di Laut Tawar sejak ratusan tahun silam.
 
Bukan hanya itu, keunikan ikan ini juga dari pola berkembang biaknya, di mana pada musim hujan atau saat gerimis, ikan-ikan ini berpindah dari Selatan ke Utara danau, terutama di daerah yang memiliki mata air yang jernih dan dingin.
 
Di tempat itu ikan-ikan depik kemudian melepaskan telur-telurnya di batu, setelah itu mereka kembali lagi ke habitat aslinya di Selatan danau.
 
Sama seperti ikan-ikan lainnya, depik bisa diolah dengan berbagai macam menu sesuai selera dan kebiasaan masyarakat di sekitarnya. Di Gayo, ikan ini sedring diolah menjadi dedah (kukus) depik, ada juga yang digoreng atau istilahnya depik pengat, bahkan ada yang dioleh menjadi masam jing atau asam pedas.
 
Dedah depik ini mirip dengan pepes atau payeh, setelah ikan dilumuri bumbu kemudian dibungkus dengan daun pisang selanjutnya dikukus hingga matang.
 
Di antara makanan-makanan lainnya, menu olahan depik merupakan menu utama yang harus dicoba bila ke Gayo, sebab kita tidak menemukan depik di tempat-tempat lain. Penasaran ingin mencoba pengat depik? Ayo ke Gayo…[]
 
  • Uncategorized

Leave a Reply