Dayah Perlu Partisipasi Masyarakat untuk Bertahan

BANDA ACEH – Keberadaan dayah atau pesantren di Aceh saat ini membutuhkan peran serta dari masyarakat Aceh untuk bisa terus bertahan. Peran serta tersebut merupakan salah satu dari tiga pilar yang dibutuhkan dalam pengelolaan pendidikan dayah, yaitu pemerintah, ulama dan masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Azhari Usman, Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh kepada The Atjeh Post, Senin 23 Juli 2012.

Menurut Azhari, antara kebijakan pemerintah dengan partisipasi masyarakat serta peran ulama harus sejalan dalam membangun pendidikan di dayah.

Saat ini, dari data yang ada pada BPPD, ada 853 dayah di seluruh Aceh. Jumlah tersebut termasuk dengan dayah atau pesantren terpadu. “Dari jumlah tersebut delapan puluh persen merupakan dayah terpadu,” ujar Azhari Usman.

Lebih lanjut, Azhari mengatakan bahwa kendala yang sering dihadapi dalam pengelolaan dayah selama ini adalah kurangnya kompetensi dari guru dayah dan kurangnya sarana dan prasarana di dayah.

“Jika fasilitas dan kompetensi guru ada, hasil lulusan dan kondisi pendidikan dayah pasti lebih baik,” ungkap Azhari yang dijumpai The Atjeh Post di ruang kerjanya.

Untuk kedepan, BPPD Aceh punya terobosan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi kreatif di dayah dan juga pembinaan dayah manyang (tinggi).

“Harapan kita ke depan, orang tua mau mengantarkan anaknya ke dayah atau pesantren atau balai pengajian, kita harus dukung upaya pemerintah Aceh yang program utamanya adalah peningkatan Akhlak,” kata Azhari Usman. []

  • Uncategorized

Leave a Reply