Darni Daud Bantah Dicopot dari Rektor Unsyiah

BANDA ACEH – Calon Gubernur Aceh Darni M Daud membantah dirinya dicopot dari jabatan Rektor Universitas Syiah Kuala. Pernyataan itu ia sampaikan dalam jumpa pers dengan wartawan di ruangan Biro Rektor Unsyaih, Jumat 30 Maret 2012.

Menurut Darni isu pencopotan dirinya sebagai rektor telah menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. "Perlu disampaikan informasi kepada khalayak dengan ketentuan agar tidak ada kekeliruan dalam memahami status saya," ujarnya.

Darni mengatakan, terhitung pada 20 Februari 2012, ia sebagai Rektor Unsyiah melalui surat nomor 0692/UN11/KP/2012 mengajukan usulan pengunduran diri dari jabatan negeri (jabatan fungsional). Lalu, kata Darni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merespon surat itu dengan mengeluarkan surat Keputusan (SK) Nomor 15816/A4.2/2012, tanggal 13 Maret 2012.

"Dalam SK Mendikbud itu dinyatakan pertama, terhitung dari 2 januari 2012 memberhentikan Prof Darni M Daud,MA, kedua, selama PNS dalam Diktum Kesatu diberhentikan dalam jabatan negeri, tidak bekerja pada status organisasi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga, selama berhenti dari jabatan negeri, kepada PNS Diktum kesatu diberi penghasilan setiap bulan, kecuali tunjangan jabatan," ujar Darni.

Tak hanya itu, kata Darni, seperti tertuang dalam Undang Undang Badan Kepegawaian Negara Nomor 10 tahun 2005 disebutkan PNS yang terpilih dan dilantik menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah berlaku ketentuan tentang PNS yang diangkat menjadi pejabat negara. Dan di poin selanjutnya, kata Darni, bila tidak terpilih menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, dipekerjakan kembali di instansi semula.

Merujuk hal itu, Darni mengatakan bila dia tidak terpilih sebagai Gubernur Aceh, bisa kembali lagi memangku jabatan sebagai Rektor Unsyiah. "Harapan saya kepada media tolong untuk pemberitaannya jangan terlalu menggembar-gemborkan hal-hal kurang baik, kita bisa bekerjasama, demi kepentingan bersama."[]

  • Uncategorized

Leave a Reply