Dari Mana Asal Peraturan Berjalan dari Sisi Kiri?

Dari Mana Asal Peraturan Berjalan dari Sisi Kiri?

Bangsa Romawi Memiliki Aturan yang Sama dengan Indonesia: Menggunakan Sisi Kiri Jalan untuk Melaju. Mengapa?

Pada zaman dahulu kala, Kerajaan Romawi membuat jaringan jalan yang merebak di daratan Eropa. Peraturan pun harus ditetapkan oleh pihak Romawi bagi para pengguna jalan.

Aturan berjalan di sisi mana yang pertama kali diterapkan? Para peneliti berhasil mengungkap hal ini untuk pertama kalinya pada 1998, di pertambangan orang Romawi di Swindon, Inggris.

Pada jalan yang mengarah keluar dari pertambangan, terdapat cerukan panjang yang mengular di sisi kiri jalan. Cerukan ini ternyata lebih dalam dibandingkan dengan cerukan yang ada pada sisi kanan jalan. Setelah diteliti lebih lanjut, hal ini diakibatkan oleh beban bebatuan, yang dibawa saat kereta pergi. Para ahli pun mengungkapkan bahwa sebab pemilihan aturan berjalan di sisi kiri ini bisa jadi akibat kebiasaan yang berakar dari Abad Pertengahan.

Pada Abad pertengahan, jalanan tak selalu aman. Para ahli sejarah percaya, saat bertemu dengan orang yang datang dari arah yang berlawanan, hal yang harus dilakukan adalah bersiap melakukan pertahanan.

Jika Anda berkuda di sisi kiri, maka tangan kanan bisa digunakan untuk mengambil senjata yang disampirkan di pinggang kiri, dan mengarahkannnya ke lawan yang datang dari depan. Sementara itu, tangan kiri tetap memegang kendali.

Sebaliknya jika bertemu dengan kawan saat berkuda, maka tangan kananlah yang diulurkan untuk berjabatan. Karena pada saat itu orang berkudalah yang mengusai jalanan, maka pengguna jalan lainnya juga mengikuti aturan tersebut.

Bahkan pada tahun 1300, Paus Bonifasius VIII mengeluarkan peraturan, bahwa semua peziarah yang menuju Roma harus mematuhi peraturan menggunakan sisi kiri, sepanjang perjalanan mereka.[] sumber: National Geographic

Leave a Reply