Da Buleun Meukat Kacang, Polem Meukat Jagong


APA KAOY: Ho keuh, Dolah ? Pue na troh ka rakan lon nyang nan gobnyan Teungku Ilya Abed, Dolah ?

DOLAH: Teungku Ilayas Abed sudah ke mari tadi, Apa kaoy. Katanya ke kios depan itu sebentar mau beli rokok kretek kuning. Oman…., pas sekali. Itu beliau sedang balik ke mari. Kopi lagee biasanya kon nyo, Apa kaoy ?

TEUNGKU ILYAS ABED: Assalamualaikum, Apa Kaoy ?

APA KAOY: Waalaikumsalam warahmatullah // Neu piyoh bagah keunoe neu teuka? // Teungku Ilyas Abed nama nyang meugah // Ureung meutuah raya that jasa // Bak saboh watee dilee saboh jan // Neu jak dalam prang cubeuh lagoina // Pakon uroe nyoe hana le garang //  Oh ka tan le prang meugah tan le na…

TEUNGKU ILYAS ABED: Hahaha…., ka neusambot lon deungon ca’e. Memang pandai amat Apa kaoy kalau soal meuca’e. Hahaha…., tapi  sebenarnya saya menjadi malu sedikit hai Apa kaoy kalau dinggung soal itu. Karena sebenarnya saya merasa tidak ada apa-apanya, dibanding deungon pengorbanan saudara-saudara kita nyang lain. Sudahlah, tak perlu itu nyang kita bahas. Sesuai janji kita tempo hari, bahwa kita akan sama-sama memikirkan jalan keluar untuk Polem dan keluarganya. Tapi mengapa Polem tidak kelihatan bersama kita sekarang, Apa kaoy ?

APA KAOY: Begini, Teungku Liyah. Tidak munculnya Polem hingga  jam segini, mungkin masih ada hubungan deungon soal tindakan ditutupnya  jalan ke pantai ulee Lheu mulai setiap jam enam sore sampai pagi.

TEUNGKU ILYAS ABED: Sebenarnya sewaktu kita berbicara melalui Hand Phon (HP) tempo hari tentang persoalan Polem, saya masih kurang jelas. Nyang saya tangkap dari kesimpulan pembicaraan itu bahwa kita perlu sama-sama memikirkan jalan keluar untuk persoalan Polem. Bagaimana duduk persoalan nyang sebenarnya, Apa Kaoy ?

APA KAOY: Seulama ini Da Buleun, isteri Polem, ikut membantu ekonomi keluarga deungon cara berjualan kacang rebus di pinggir jalan pantai ulee Lheu. Sementara Polem sendiri selain sebagai supir truk pengangkut pasir, beliau pada setiap sore harinya sampai jam sembilan atau kadang sampai jam sepuluh malam juga ikut berjualan jagung bakar berdampingan deungon isterinya juga di pinggir jalan pantai Ulee Lheu.

TEUNGKU ILYAS ABED: Kalau dia bekerja sebagai supir truk pengangkut pasir, dan isterinya berjualan kacang rebus, kenapa pula dia harus berjualan jagung bakar lagi sore sampai malam ? Apa dia tidak capek seperti itu?

APA KAOY: Walaupun capek, tapi apa mau dikata hai Teungku Liyah bak meutuah. Menjadi supir truk pengangkut pasir kadang-kadang ada order dan kadang tidak. Sementara tanggungan keluarganya besar. Dua orang anaknya sekarang sudah masuk perguruan tinggi, Sekolah SMA dan SMP dua orang , di tambah lagi nyang masih SD dan nyang belum sekolah. Sementara dia menginginkan anak-anaknya harus dalam pendidikan semua. Ya dia bersama isterinya sama-sama berusaha untuk mencapai keinginannya itu.

TEUNGKU ILYAS ABED: Kita benar-benar sedih. Barangkali bukan sedikit pula orang-orang  mengalami nasib seperti nyang dialami oleh Polem dan Da Buleun deungon tindakan ditutupnya pantai Ulee Lheu bagi pengunjung. Kalau itu ditutup gara-gara berpeluang terjadi maksiat itu sangat tidak bijaksana. Bagi orang nyang sukanya berbuat maksiat dimana-mana itu bisa terjadi, walau di sekitar tempat adanya acara dakwah Agama sekalipun.

APA KAOY: Saya sangat sependapat deungon pikiran Teungku Liyah.

TEUNGKU ILYAS ABED: Deungon ditutupnya lokasi itu berarti sama halnya menambah angka pengangguran. Bagi sebagian orang nyang seutres karena kehilangan mata pencariannya seperti itu bukan tidak mungkin akan berpikir nyang tidak-tidak. Mencuri, merampok atawa bahkan bertambah orang Aceh nyang pergi berjualan kacang ke Medan.

APA KAOY: Beutoi itu, Teungku Liyah. Apa tidak ada jalan keluar selain tindakan menutup lokasi itu bagi pengunjung ?  Misalnya deungon menugaskan WH untuk menjaga tetap di lokasi itu bekerjasama deungon masyarakat setempat atawa dikompromilah untuk mencari jalan keluar nyang terbaik bagi semua pihak.

TEUNGKU ILYAS ABED: Kalau kita ambil pelajaran dari nasehat Nek Tu kita dalam maja, “ Uleu beu mate, Ranteng bek patah “. Artinya, lokasi itu biar tetap terbuka bagi pengunjung untuk ruang rekreasi . Masyarakat bisa berjualan mencari rezeki. Dan masyarakat setempat deungon Pomeurintah daerah sama-sama memikirkan untuk mencari jalan keluar atawa cara terbaik agar tidak ada ruang atawa kesempatan untuk orang nyang berbuat maksiat.

POLEM: Assalamualaikum…..

APA KAOY: Waalaikum salam warahmatullah. Jeh pat Polem ka troh hai teungku Liyah.

TEUNGKU ILYAS ABED: Neu piyoh aju keunoe, Polem. Neu peusan kupi-kupi aju.

APA KAOY: kami sudah lama menunggu Polem. Kenapa Polem telat sekali ?

POLEM: Alahai Apa Kaoy bak meutuah. Semalaman saya tak tidur karena bertengkar terus deungon Mak Sinyak beuklam. Mak sinyak putus asa, sampai menyuruh semua anak-anak untuk berhenti sekolah. Sementara saya tetap berkeras, anak-anak harus tetap bisa bersekolah walau seberat apapun nyang harus kami hadapi. Saya tidak mau anak-anak saya nanti masa depannya sama seperti nasib saya sekarang ini.

TEUNGKU ILYAS ABED:  Begini Polem. Saya dan Apa kaoy sejak beberapa hari lalu sudah punya ide untuk Polem. Saya kebetulan bulan lalu membeli  sebuah kios di Gampong Polem nyang sekarang terbengkalai saja begitu. Selain Polem tetap bisa menjalankan pekerjaan sebagai  supir pengangkut pasir, Da Buleun bisa berjualan apa saja di kios itu. Modal saya pinjamkan sebepapun yang cukup dan kios silakan dipakai tanpa membayar sewa sampai Polem merasa sudah cukup modal sendiri.

APA KAOY: Tidak usah menjawab atawa memberi komentar apapun sekarang Polem. Kami sudah bicara sejak tadi di sini sambil menunggu Polem. Ayo kita melihat kios sekarang juga dan Teungku Liyah langsung menyerahkan kuncinya kepada Polem.

TEUNGKU ILYAS ABED: Teuma Apa kaoy hana hiem uroe nyoe ? Hahaha….

APA KAOY: Hahaha…., untuk Teungku Liyah ingatkan. Ini dia hiemnya :

Jiseumajoh sira ji`eh
Jiseumeutoh sira jidong
Kon eungkong kon meurua

Nah, apakah jawabannya ?

Hiem edisi yang lalu :

Le macam kayee lam bumoe Tuhan
Na simacam  leupah that  gura
Maken tapula maken jitimoh
Pue bak kayee nyang meunan rupa

Jawabannya adalah: Bak maken

 

  • Uncategorized

Leave a Reply