Cuaca buruk di Simeulue, satu keluarga terdampar di pulau tak berpenghuni

SATU keluarga terdampar di Pulau Naru kawasan perairan Simeulue, Selasa 11 Juni 2013. Keluarga itu terdampar karena perahu kecil yang ditumpangi terperangkap dalam cuaca buruk.

Keluarga yang terdampar itu adalah Marhadin, 37 tahun, Rusdiana, 32 tahun, Ayu, 9 tahun, Amir 40 tahun, dan Safarudin, 50 tahun. Mereka warga Gampong Ganting, Kecamatan Simeulue Timur.

Geuchik Gampong Ganting, Yulisman, yang dihubungi ATJEHPOSTcom, Selasa petang, 11 Juni 2013, mengatakan, keluarga itu dari Pulau Siumat hendak menuju Ganting.

"Di tengah perjalanan perahu mereka rusak pada baling-baling dan kemudi patah akibat dihantam angin kencang, gelombang dan arus yang kencang," ujar Yulisman.

Naru merupakan pulau tak berpenghuni. Pulau ini timbul setelah bencana gempa bumi dan tsunami 2004 lalu. Pulau Naru berada di antara Pulau Siumat dan daratan Simeulue.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Simeulue Alwi Alhas mengatakan, setelah menerima laporan mereka langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi.

"Keluarga itu berhasil kita evakuasi dan kita kembalikan ke gampongnya. Tidak ada yang luka-luka maupun korban jiwa," ujar Alwi Alhas.

Sekretaris SAR Simeulue, Armidin Rihad menambahkan, keluarga asal Gampong Ganting itu terdampar sejak pukul 12.00 wib hingga 15.00 wib, dengan kondisi tubuh kedinginan.

"Lebih kurang tiga jam mereka terdampar di Pulau Naru. Kita kesulitan menjangkau karena harus mengusahakan perahu cepat yang tahan banting dalam cuaca ekstrem ini," ujarnya.[](rz)

  • Uncategorized

Leave a Reply