Cerita si penikmat kopi Robusta di Warkop Cut Zein

NAMANYA Bunjamin. Pria paruh baya ini pelanggan setia warung kopi (warkop) Cut Zein, Banda Aceh.  Kata dia, aktivitasnya terasa kurang lengkap apabila di pagi hari tidak minum kopi robusta ala warkop Cut Zein, Gampong Beurawe.

Mengapa demikian?

Kepada ATJEHPOSTcom Bunjamin mengatakan rasa kopi di warkop tersebut memilki nilai tersendiri. Gurih dan aromanya yang cukup unik.

"Susah sebenarnya saya mengatakan bagaimana rasanya. Enak itu pasti, aromanya juga khas sekali," katanya, Minggu, 2 Juni 2013.

Kata dia, tingkat kematangan kopi yang dicampur dengan air benar-benar menyatu. Sehingga ketika diminum, rasa kopinya cukup melekat di lidah. Tidak terlalu pahit, sedikit lemak dan tidak asam.

"Di sinikan (Warkop Cut Zein) kopinya dimasak pakai kayu. Jadi lebih masak dan menyatu rasa kopinya. Makanya ketika dingin, kopi masih enak diminum. Tidak begitu asam," ujarnya.

Dalam sehari, di warkop tersebut Bunjamin minum kopi sampai tiga gelas. Bahkan sesekali waktu, kata dia, juga bisa lebih dari tiga gelas kopi.

"Bisa sampai lebih tiga gelas lebih kalau di sini aja. Pejabat dari luar aja kalau datang ke Banda Aceh suka minum kopi disini, apalagi saya," katanya.[](ma)

  • Uncategorized

Leave a Reply