Cerita Salat Tasbih dan Pemeriksaan Sekda Dasni di Kantor Jaksa

SEKDA Lhokseumawe Dasni Yuzar, adiknya Amir Nizam dan anak Dasni, Reza Maulana, dilaporkan berada di Kejari Lhokseumawe, malam ini, Kamis, 20 November 2014.

Pantauan ATJEHPOST.co saat  tiba di Kejari Lhokseumawe tadi sekitar pukul 19.35 Wib, di jalan depan kantor kejari tampak parkir sejumlah mobil, salah satunya mobil plat merah BL 174 N.

Di teras kantor kejari ada Ajudan Sekda Lhokseumawe, Bayu (nama panggilan). Ia tengah berbincang dengan seorang pria. "Mau salat tasbih," ujar Bayu sambil tersenyum ketika ditanya ada acara apa di tempat ini.

Melangkah masuk ke ruangan petugas piket jaga, ada tiga pegawai kejari, salah satunya satpam. Ketiganya tengah berbincang akrab sambil terkekeh. Di papan pengumuman belakang meja petugas piket jaga ada dua pengumuman.

Salah satunya tertulis, "Diberitahukan kepada seluruh pegawai dan keluarga besar Kejari Lhokseumawe untuk mengikuti salat tasbih (Isya berjamaah) jam 20.00 wib di kantor, setiap malam Jumat minggu ketiga".

Menurut satpam, ini malam pertama digelar salat tasbih di rumah Kajari Lhokseumawe Mukhlis, di belakang kantor kejari sebelah kiri. Semasa kajari sebelumnya, kata dia, tidak ada kegiatan ibadah salat tasbih itu.

"Salatnya di rumah pak kajari, nanti ada ceramah agama juga," katanya.

Sejumlah pegawai kejari terlihat tiba di kantor ini dan langsung masuk kantor, lalu menuju ke rumah kajari. Mereka berpakaian muslim, di antaranya ada yang memakai kain sarung lengkap dengan peci.

Bayu lantas meninggalkan kantor kejari. Sekitar Pukul 20.00 Wib tiba Kabag Hukum Setdako Lhokseumawe Ridwan. Melihat Ridwan masuk, satpam langsung mencegatnya.

"Mau kemana pak," tanya satpam.

"Dipanggil pak Muzakir," kata Ridwan.

"Pak Muzakir pengacara ya," tanya satpam lagi.

"Ya," kata Ridwan yang menjinjing sebuah map warna merah.

"Sebentar saya laporkan dulu ke dalam ya," ujar satpam.

Muzakir yang dimaksud tadi adalah pengacara Dasni Yuzar. Dasni merupakan tersangka korupsi dana hibah APBA tahun 2010 yang diterima Yayasan Cakra Donya Lhokseumawe milik sekda Lhokseumawe ini.

Informasi diperoleh ATJEHPOST.co, di dalam kantor kejari ada Dasni, adiknya Amir Nizam dan anak Dasni, Reza Maulana, yang juga tersangka kasus itu. (Ada Sekda Dasni dan Anaknya di Kejari Lhokseumawe Malam Ini, Ada Apa?).

Ada pula pejabat Kejati Aceh, salah satunya Kasipenkum Amir Hamzah.  Satpam kantor kejari kini kembali menemui Ridwan di ruangan petugas piket.

"Sementara ini belum diizinkan masuk pak, kalau ada sesuatu yang mau diserahkan, mohon dititip sama saya saja, biar saya antar ke dalam," kata satpam.

"Tapi tidak amplop, sebentar saya cari amplop dulu ya," kata Ridwan yang kemudian melangkah keluar ruangan.

Baru beberapa langkah ke depan, Ridwan kemudian "balik kanan", lalu berkata, "Mungkin tidak usah pakai amplop, mohon diserahkan surat ini ya ke pak Muzakir".

Satpam lantas mengantar map merah berisi surat yang diserahkan Ridwan ke dalam kantor kejari. Ridwan kemudian pamit pada satpam.

"Surat dari pak wali (walikota)," kata Ridwan saat ditanya ATJEHPOST.co apa yang ia bawa tadi.

"Surat (permohonan) agar pak sekda bisa ikut bahas anggaran, karena saat ini sedang bahas (rancangan) anggaran 2015," ujar dia lagi.

"Bukan, kan belum ditahan," kata Ridwan saat ditanya apakah surat permohonan penangguhan penahanan.

"Lon woe dile beh, ka teungeut that," ujar Kabag Hukum ini sambil mengusap wajahnya dengan tangan.

Ia tampak sangat ngantuk. Sekitar pukul 20.10 Wib datang seorang ustad. Satpam kemudian mengantar ustad itu ke rumah kajari.

"Itu ustad yang jadi imam salat tasbih," ujar satpam sekembali dari rumah kajari.

Salat Isya berjemaah dan salat tasbih pun dilaksanakan di rumah kajari. Saat bersamaan, Sekda Dasni terus menjalani pemeriksaan di salah satu ruangan kantor kejari. Di luar, cuaca dingin mengantar keheningan malam yang terus merayap.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply