Cerita Romi Aditya, bocah tabah korban gempa dari Gayo

USIANYA baru 10 tahun. Namanya Romi Aditya yang menjadi korban gempa di Gayo.

Romi saat itu sedang mengaji di Masjid Desa Blang Mancung, Kecamatan Ketol Aceh Tengah, Selasa 2 Juli 2013. Siang menjelang petang, bumi terasa bergoyang. Gempa.

Masjid itu runtuh menimpa Romi dan teman-temannya yang sedang membaca kalam Ilahi.

Kakinya terhimpit beton yang rubuh. Romi mencoba menariknya namun tak kuasa. Ia kembali berusaha menarik kaki kirinya yang terhimpit. Tidak ada jeritan saat itu, ia hanya ingin keluar dari jebakan yang disebabkan gempa 6,2 skala richter tersebut. Dia mendengar teman-temannya menjerit histeris.

Usaha Romi Aditya berhasil walau pun kaki kirinya terputus hingga ke lutut (amputan). Dia tetap tenang dan berusaha merangkak menjauh dari beton tersebut. Salah satu warga setempat melihat nasib Romi Aditya. Mereka memapah bocah yang masih duduk di sekolah dasar tersebut keluar. Tidak lama, ayah Romi Aditya tiba ke lokasi Masjid Desa Blang Mancung dan mendapati anaknya dengan kondisi kaki kiri terputus.

"Anak itu cukup kuat dan tenang, saat melihat kakinya putus ia tidak menangis," ujar dokter ahli bedah tulang Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) dr Syafrizal Rahman mengutip keterangan ayah korban kepada ATJEHPOSTcom pada Sabtu 7 Juli 2013.

Melihat kaki kiri anaknya putus, kata dr Syafrizal, ayah Romi langsung menangis histeris. Namun Romi mencoba menenangkan sang ayah kala itu. “Sudah pak jangan nangis atas apa yang terjadi sama Romi. Sudah begini nasib saya. Bapak sebaiknya tenangkan diri,” kutip dr Syafrizal seperti yang diceritakan ayah korban kepadanya.

dr Syafrizal seakan tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh ayah korban. Apalagi usia Romi masih terhitung anak-anak. "Menurut saya Romi adalah inspirasi bagi kita semua. Anak sekecil itu bahkan tidak trauma dan takut ketika melihat kondisinya dan atas apa yang terjadi padanya,” kata dia.

Saat ini kondisi Romi Aditya mulai membaik. Lukanya sudah kering. Pun begitu pihak Rumah Sakit Datu Beru Aceh Tengah menginginkan anak tersebut mendapat pelayanan maksimal. Begitu pula dengan dr Syafrizal. Dia kemudian merujuk Romi untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh.

“Kita sudah komunikasi dengan dokter Syahrul, Direktur RSUZA. Beliau juga minta agar Romi segera dirujuk ke RSUZA agar dapat diberikan pelayanan optimal,” kata dia.

Dia mengatakan Romi akan dioperasi oleh pihak RSUZA dan memberikan kaki palsu untuknya. Hal tersebut, kata dia, agar Romi bisa kembali berjalan dan melakukan aktivitas dengan normal.

Niat ini disambut baik oleh ayah korban. Hingga kini, kata Syafrizal, kondisi kesehatan Romi sangat baik dan ia sangat tenang layaknya orang dewasa. Bahkan saat diajak berbincang Romi juga tidak menunjukan kesan trauma atau takut.

“Romi juga sudah kita tanya apa dia mau dipasang kaki palsu, dan romi menjawab mau,” kata dr Syafrizal melalui handphonenya kepada ATJEHPOSTcom.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply