Cerita Penembakan Pesawat Sipil di Dunia

PENEMBAKAN pesawat sipil dalam zona konflik tidak hanya dialami Boeing-777 MH17 milik Malaysia Airlines saja. Berdasarkan catatan sejarah, telah banyak pesawat sipil yang tertembak baik sengaja atau tidak.

Seperti dilansir rt.com, kejadian yang menimpa MH17 merupakan kecelakaan terbaru dan paling mematikan.

Pada 2001, sedikitnya 78 penumpang dan awak pesawat dilaporkan tewas ketika Ukraina sengaja menembak jatuh sebuah pesawat Rusia. Pesawat tersebut jatuh ke Laut Hitam setelah terkena roket S-200 saat latihan militer.

"Berdasarkan hasil investigas kami telah menemukan bahwa ini terjadi akibat ditembakkan oleh sejenis roket dari sebuah pesawat anti rudal," kata Vladimir Rushailo selaku Kepala Dewan Keamanan Rusia saat itu.

Pesawat tersebut terbang dari bandara Tel Aviv, Israel, menuju Novosibirk. Akibat peristiwa ini, pemerintah Ukraina membutuhkan waktu selama delapan jam untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab di balik insiden tersebut.

Tahun 1983 kejadian serupa juga terjadi dan menewaskan 296 penumpang. Saat itu, pesawat milik Korean Airlines dengan nomor penerbangan 007 yang terbang dari New York, AS, menuju Seoul, Korea Selatan, ditembak jatuh oleh pesawat tempur milik Uni Soviet.

Pesawat tersebut dilaporkan melanggar zona jalur penerbangan. Akibat peristiwa itu, Rusia dinyatakan bersalah karena mengerahkan pesawat jet tempur militer.

Awalnya, Uni Soviet menyangkal tuduhan dengan alasan tidak mengetahui insiden tersebut. Namun, seorang pilot akhirnya mengakui kalau ia tahu bahwa itu adalah pesawat sipil.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada 1998, pesawat milik Iran Air Flight 655 yang terbang dari ibukota Teheren menuju Dubai ditembak jatuh oleh pasukan Angkatan Laut AS. Pesawat tersebut ditembak menggunakan rudal penjelajah, USS Vincennes, ketika perang teluk antara Irak dan Iran mulai berhenti.

Akibatnya 290 orang, diantaranya 66 anak-anak dan 16 kru pesawat dinyatakan tewas. Pemerintah Iran mengatakan tindakan ini sengaja dilakukan Amerika Serikat.

Pada 1993, tiga pesawat sipil milik Georgia ditembak jatuh secara terpisah di Sukhumi, Abkhazia, Georgia. Seratus tiga puluh enam penumpang dinyatakan tewas dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, pada 1955, tujuh awak pesawat dan 51 penumpang tewas ketika pesawat milik Israel, El AL 401 yang terbang dari Wina, Austraia menuju Tel Aviv via Istanbul ditembak jatuh di wilayah lintasan udara Bulgaria.

Delapan belas tahun kemudian, tepatnya 1973, sebuah pesawat Boeing 727 yang terbang dari Tripoli, Libya, menuju Kairo, Mesir via Benghazi juga ditembah jatuh di wilayah lintasan udara Israel. Hanya lima dari 113 penumpang pesawat Libyan Airlines 114 dinyatakan tewas. Sisanya selamat.

"Badan pesawat hancur dan pecah di udara akibat ledakan yang disebabkan oleh rudal yang mengenai sayap kanan dan sayap kiri yang  kemungkinan besar ditembak secara beruntun oleh peluru berkaliber besar di bagian belakang pesawat." Demikian diungkapkan dalam sebuah catatan penyebab jatuhnya pesawat tersebut.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply