Cerita lagu religi Ita Purnamasari, Dwiki, dan Rafly

WALAUPUN sudah malang melintang di indutri musik tanah air, namun butuh waktu bagi Ita Purnamasari untuk menyanyikan lagu besutan Taufik Ismail. Ita perlu waktu 1,5 tahun untuk mau menyanyikan lagu berjudul Dzikir Tak Putus-Putusnya.

Alasan Ita yang tidak begitu saja mengamini permintaan suaminya bernyanyi dalam album “Menembus Batas" ini, karena keistimewaan lagu yang akan dinyayikan. “Lirik dan syairnya begitu bagus. Awalnya saya berpikir apakah mungkin bisa membawakan lagu ini dengan baik,” kata Ita saat peluncuran album Menembus Batas beberapa waktu lalu.

Namun karena permintaan yang gencar dari sang suami Dwiki Darmawan, akhirnya Ita luluh untuk terlibat dalam album ini. Selain permintaan Dwiki Darmawan, banyaknya bencana di negeri ini memantapkan hati Ita membawakan lagu religi dengan iringan musik orkestra ini. Dengan lagu Dzikir Tak Putus-Putusnya, Ita berharap kaum muslimin terus mengingat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Walaupun telah mantap untuk  menyanyi lagu religi, bukan berarti Ita  mudah menaklukan lagu ini. Kekhawatiran Ita sebelumnya memang sempat terbukti, ketika ia belum berhasil membawakan lagu ini dengan bagus di awalnya. “Pada kesempatan (nyanyi) pertama dan kedua tidak berhasil. Tapi akhirnya pada kesempatan yang ketiga berhasil,” ungkap Ita.

Menurut Ita, memerlukan penjiwaan yang kuat agar berhasil membawakan lagu ini dengan baik. ”Sebagai penyanyi profesional, kita harus bisa menyayikan lagu jenis apapun, baik itu pop maupun religi,” ungkap pelantun lagu Cintaku Padamu yang sempat hit di tahun 1990an itu.

Berkat kegigihannya, akhirnya lagu yang dinyayikan Ita itu menembus batas hati siapapun yang mendengarnya. Suara merdu Ita, syair yang mendalam serta dentingan piano sang maestro Dwiki Darmawan membuat lagu ini begitu menusuk kalbu.

ATJEHPOSTcom beserta rekan-rekan wartawan dan para undangan mendapatkan kesempatan mendengarkan lagu indah tersebut. Lagu itu dilantunkan Ita secara langsung maupun melalui rekaman CD pada acara launching album yang digelar di Museum Bank Indonesia di Kawasan Kota Tua Jakarta Barat.

Ketika diminta komentarnya mengapa Dwiki begitu ngotot meminta Ita menyanyikan lagu Dzikir Tak Putus-Putusnya, Dwiki mengatakan,” Saya mau yang menyanyikan lagu ini suaranya lembut. Dan itu ada pada Ita.”

Musisi Aceh ikut terlibat

Dalam menggarap album ini, Dwiki tidak hanya melibatkan istrinya Ita Purnamasari. Ia pun banyak melibatkan musisi lainnya termasuk penyayi dan penulis lagu asal Aceh Rafly. Dwiki mengenal Rafly  saat terjadi Tsunami Aceh 2004.

Selain Rafly, ada pemusik lainnya diantaranya Ahmad Albar, Snada, dan Nina Tamam. Tak ketinggalan juga Anim Katamsi dan Ajeng ikut melantunkan suara merdunya di album ini. Selain itu, ada Anggito Abimanyu yang menyumbangkan permainan flute-nya sebagai solis pada lagu karya Dwiki, Rintak Rebana.

Dalam album yang berbentuk CD ini terdapat 10 buah lagu. Lagu-lagu itu adalah Dzikir Tak Putus-Putusnya, Sajadah Panjang, Rindu Rasul, Lailatul Qadar, serta Pena dan Tinta. Selain itu ada lagu Undangan Tuhan, Panggung Sandiwara, Yaa Rabbana, Jalan Menuju Surga dan Rintak Rebana.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply