Cegah Pendangkalan Akidah, Pemko Lhokseumawe Programkan Pengajian Rutin

LHOKSEUMAWE – Untuk menegakkan syariat islam serta untuk mencegah pendangkalan akidah bagi umat muslim di Lhokseumawe, Pemko Lhokseumawe mulai melaksanakan program pengajian rutin kepada masyarakat di setiap desa di empat kecamatan di Lhokseumawe.

Program yang didanai dari APBK tahun 2012 tersebut untuk tahap awal dilaksanakan di sembilan desa. Pagi tadi Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yayha, membuka dan mengikuti pengajian di Mesjid As-Syura Kandang, Muara Dua, Lhokseumawe, Jumat, 7 Desember 2012.

Ia mengatakan agar masyarakat baik di desa maupun di kota bisa lebih mengenal dan mengindahkan nilai-nilai keislaman yang sesungguhnya. Sehingga proses penegakannya dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Pengajian rutin ini mudah-mudahan bisa meningkatkan syariat islah di Lhokseumawe, baik di kota maupun di desa. Ini juga merupakan bagian dari cara untuk menanamkan nilai aqidah yang sesuai dengan ajaran islam, jadi kerisauan masyarakat yang selama ini kita sering dengar adanya aliran sesat mudah-mudahan bisa dicegah,” katanya.

Sementara itu pimpinan Majelis Taklim Tingkat Tinggi Al Awaliyah Lhokseumawe dan Aceh Utara, selaku leading sektor pelaksana program Jamaluddin Rasyid, mengatakan pengajian untuk tahap pertama ini diprioritaskan pada pengajian tauhid dan tasawuf.

Hal itu tak lain karena situasi akhir masyarakat Aceh mulai goyah dengan paham-paham atau aliran sesat yang bermunculan.

“Supaya masyarakat tidak goyah lagi maka kita perlu meluruskan pemahaman dengan program pengajian ini. Untuk tahap pertama disembilan mesjid yang ada di setiap kecamatan dalam Kota Lhokseumawe, pengajian akan kita fokuskan pada pengajian tauhid dan tasawuf,”kata Jamaluddin.

Program pengajian rutin kepada masyarakat Kota Lhokseumawe, diwacanakan Walikota Suaidi Yahya, pada tahun 2013 akan berjalan di 68 Desa yang ada di 4 Kecamatan di Kota Lhokseumawe.[]  

  • Uncategorized

Leave a Reply