Category: Uncategorized

Banjir Sebabkan Kemacetan Panjang di Aceh Jaya

Banjir Sebabkan Kemacetan Panjang di Aceh Jaya

CALANG – Banjir di sejumlah tempat dalam kabupaten Aceh Jaya mengakibatkan kemacetan panjang. Sejumlah pemudik yang ingin melintas di jalur barat selatan tertahan di Krueng Sabee.

Agusriani, pemudik yang melintas jalur barat selatan, mengatakan kemacetan ini terjadi karena derasnya air banjir.

“Ketinggian air mencapai dada pria dewasa. Tak bisa melintas dan tak bisa putar balik ke Banda Aceh,” ujarnya.

Kondisi ini, katanya, mengakibatkan pemudik tertahan di lokasi. “Saya tidak mengetahui seberapa panjang macetnya. Karena sejauh mata memandang terlihat macet total. Kalau bisa pemudik lintas barat selatan yang masih di Banda Aceh menunda dulu perjalanan hingga dinyatakan benar-benar aman,” kata Agusriani.

Sebelumnya diberitakan, Kabupaten Aceh Jaya dilanda banjir di sejumlah tempat, sejak Selasa malam, 14 Juli 2015.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com, banjir parah terjadi di daerah Krueng Sabe serta Kecamatan Setia Bakti. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. [] (mal)

Kenapa Remaja Mesir Ini Menyamar Jadi Pria?

Kenapa Remaja Mesir Ini Menyamar Jadi Pria?

Kairo – Manal adalah seorang ibu muda berusia 23 tahun yang tinggal di Fustat, distrik tertua di selatan Kairo. Manal yang tunawisma sedang menggendong anaknya. Di belakangnya terdapat foto seorang anak laki-laki yang ia sebut Ahmed. Ia bukan saudara Manal atau orang lain. Ahmed adalah Manal.

Manal memutuskan pergi dari rumah di umur 8 tahun. Pada usia 10 tahun, ia memangkas habis rambutnya dan mulai berpakaian seperti anak laki-laki. Lalu ia bekerja di tempat yang biasanya diisi pria Mesir. Ia pernah bekerja di kafe. Pernah juga mengemudi tuk-tuk.

Orang yang tidak kenal mulai memanggilnya Ahmed. Sejak itu nama Ahmed melekat pada diri Manal. “Laki-laki punya kebebasan penuh di jalanan, beda untuk gadis.”Saya hanya ingin jadi laki-laki saat itu,” kata Manal seperti dilansir oleh Guardian, 12 Juli 2015.

Ribuan anak-anak jalanan berada di lorong-lorong dan pusat keramaian Kairo. Banyak dari mereka bahkan hidup di sana hingga usia dewasa. Mereka muncul di perempatan jalan dan trotoar bar shisha. Mereka menjual tisu dari satu mobil ke mobil lain lalu menghilang.

Di Fustat, tempat dulu ibu kota Mesir berdiri, terdapat bangunan berlantai empat modern. Tidak berbeda dengan jalanan, tempat ini punya arti penting bagi anak-anak dan pemuda yang tidak beratap. Tempat itu dikelola oleh Banati, lembaga amal untuk gadis jalanan, dan menawarkan tempat istirahat bagi orang-orang seperti Manal dan temannya, Hadeel.

Hadeel juga gadis jalanan. Dia lari dari rumahnya di usia 8 tahun. Selama 20 tahun ia tinggal di jalanan. Dia sekarang punya enam anak dari dua pernikahannya. Dua anaknya tinggal bersamanya dan selebihnya bersama ibunya yang juga tinggal di jalanan. Lahir di luar sistem, mereka tidak punya identitas ataupun sertifikat.

“Saat ini kami bekerja untuk generasi ketiga anak-anak jalanan,” ujar Hend Samy, pekerja sosial di Banati yang telah mengenal Hadeel bertahun-tahun. “Sekarang bukan hanya gadis atau laki-laki di jalanan, tapi juga keluarga. Mereka berkeluarga di jalanan.” | sumber: tempo.co

Foto: Seorang anak menjaga unta milik ayahnya saat berada di pasar unta di Birqash, Kairo, Mesir, 29 September 2014. Pasar unta Birqash, merupakan pasar tebesar daging unta di Afrika. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

 

[Foto]: Komunitas Sabrom dan Seniman Aceh Galang Dana untuk Nasyid Salsabil

[Foto]: Komunitas Sabrom dan Seniman Aceh Galang Dana untuk Nasyid Salsabil

LHOKSEUMAWE – Komunitas Sabrom bersama Nasyid El Mouza, Utadz Fadli Aksi dan artis Aceh Joel Pasee, menggalang dana kepada grup Nasyid Salsabil yang sedang bertarung di acara Q Academy Indosiar, Minggu 12 Juli 2015. Galang dana ini berlangsung di halaman Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe.

Acara yang dimulai sejak pukul 17.00 tadi ramai dipadati oleh masyarakat yang sedang ngabuburit jelang berbuka puasa.

Beni selaku Sekretaris Sabrom, kepada Portalsatu.com, mengatakan galang dana ini untuk membantu baik finansial maupun moral kepada Nasyid Salsabil yang sedang bertarung membawa nama harum daerah Aceh di tingkat Nasional.

Dia menambahkan pasca penampilannya dua kali kemarin, finansial personil nasyid tersebut sudah sangat menipis sehingga pihaknya berinisiatif untuk membantu.[Baca: Komunitas Sabrom dan Seniman Aceh Galang Dana untuk Nasyid Salsabil].

“Dana yang terkumpul ini nantinya kami kirim langsung kepada Salsabil di Jakarta,” katanya.

Menurut Beni, jika nanti malam pada penampilan di babak 12 besar, Salsabil tidak lolos.

“Mereka tidak punya dana untuk pulang ke Aceh. Tapi kita berharap Salsabil tetap bertahan. Kami sangat menyesalkan sikap pemerintah yang tidak mau tahu terkait Nasyid Salsabil. Padahal  Salsabil di Jakarta membawa nama Aceh,” kata Beni.

Berikut foto penggalangan dana ini:

galang dana 2

galang dana 1

galang dana 4

Syeikh Ahmad Al-Misry Isi Tausiah Peringati Nuzulul Quran di Banda Aceh

Syeikh Ahmad Al-Misry Isi Tausiah Peringati Nuzulul Quran di Banda Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh kembali menggelar Dakwah Umum Jumatan yang dirangkai peringatan Nuzulul Quran di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Jumat, 10 Juli 2015.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, acara bertema “Hidup di Bawah Naungan Al-Quran” tersebut diisi siraman rohani yang disampaikan Syeikh Ahmad Al-Misry, ulama muda asal Mesir yang kini menetap di Jakarta.

Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutan singkatnya mengharapkan kegiatan keagamaan di kota ini selama Ramadan bisa terus digalakkan dan dapat diteruskan walaupun nanti di luar Ramadan.

“Selama ini cahaya Allah mulai hidup di lingkungan masyarakat. Suasana seperti inilah yang kita impikan sebagai Model Kota Madani,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, pihaknya terus berusaha untuk ‘membumikan’ Alquran di Banda Aceh. “Kita terus berjuang bersama agar kita semua bisa hidup dan mati dalam Alquran. Kita harapkan generasi kita ke depan menjadi generasi qurani,” katanya.

Syeikh Ahmad Al-Misry dalam tausiahnya menyampaikan lima kewajiban umat Islam terhadap Alquran. “Kewajiban kita terhadap Alquran adalah membacanya, memahami, menghapal, mengamalkan, dan berdakwah dengan Alquran,” ujarnya.

Alquran itu mulia, isinya mengatur semua aspek kehidupan manusia dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. “Siapa yang berpegang teguh kepadanya pasti akan dipermudah urusannya oleh Allah SWT. Kata Rasulullah SAW, orang yang rajin membaca Alquran akan mendapat syafaat kelak di akhirat.”

Namun sangat disayangkan, lanjutnya, sekarang Alquran sudah mulai ditinggalkan oleh umat Islam sendiri. “Jika orang terdahulu kemana-kemana selalu membawa Alquran, tapi kini kita tak pernah bisa lepas dari smartphone,” katanya seraya mengajak hadirin untuk menggunakan smartphone dan medsos untuk berdakwah, mendekatkan diri kepada Allah.

“Mulai sekarang, mari kita biasakan membawa Alquran kemanapun kita pergi. Walaupun tidak kita baca, tapi insya Allah membawa berkah dan saya yakin suatu saat Allah akan hidayahkan kita untuk membacanya.”

Syeikh Ahmad yang juga seorang Hafiz Alquran 30 juz ini, turut berbagi kiat mudah menghapal kalam Ilahi. “Waktu paling baik untuk menghapal Alquran adalah pada waktu Subuh dan kita juga harus mempunyai seorang guru. Jangan lupa untuk rutin membaca hapalan kita di dalam Salat.”

Mengakhiri tausiahnya, Syeikh Ahmad mengajak para Hafiz Alquran untuk tetap istiqamah menjaga hapalannya. “Untuk mencetak generasi qurani harus dimulai dari rumah kita masing-masing. Hal yang tak kalah penting adalah komitmen dari seorang pemimpin untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.[]

 

Jelang Lebaran, Komisi VI DPR Ingatkan Pertamina Soal BBM

Jelang Lebaran, Komisi VI DPR Ingatkan Pertamina Soal BBM

JAKARTA – Komisi VI DPR RI telah megadakan rapat dengar pendapat atau RDP dengan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto dan Perusahaan Gas Negara (PGN) diwakili Mochtar Riza Pahlevi Tabrani sebagai direktur keuangan, di gedung DPR, Kamis, 2 Juli 2015. Komisi VI minta tidak terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas rumah tangga menjelang hingga usai lebaran.

“Saat RDP itu kita minta mereka agar menjelang lebaran sampai usai lebaran tidak terjadi kelangkaan (BBM),” ujar Fadhlullah, anggota Komisi VI DPR RI dari Gerindra kepada portalsatu.com, Sabtu, 4 Juli 2015.

Fadhlullah menyebut pihaknya juga membahas permasalahan kelangkaan gas rumah tangga di sejumlah daerah. “Bukan hanya saat hari besar agama, seharusnya para penyedia energi tersebut menjaga kontinuitas pasokan agar tidak langka,” kata anggota DPR RI asal Aceh ini yang akrab disapa Dek Fad.

Dalam masa lebaran, kata Fadhlullah, dipastikan kebutuhan BBM dan gas akan meningkat, sehingga kedua perusahaan tersebut harus menghitung dan memasok kebutuhan secara akurat. “Ini tugas negera yang mereka emban dan saat saat begini harus menjamin suasana pelaksanaan ibadah aman dan nyaman,” ujarnya.

Komisi VI juga membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengawasi hal ini. “Setelah lebaran, kami akan mengadakan RDP kembali dengan Pertamina dan PGN bersama dengan anak usaha mereka. Ini demi sama-sama memperbaiki hal-hal yang mungkin masih kurang,” kata Fadhlullah.

“Intinya persoalan energi harus menjadi prioritas utama, karena ini mudah menimbulkan gejolak di masyarakat. Kami di Komisi VI mengawasi dan mendapat banyak masukan tentang langkanya gas rumah tangga termasuk di Aceh, termasuk kasus penjualan yang jauh di atas harga ketetapan pemerintah,” ujar dia lagi.

Itu sebabnya, kata Fadhlullah, ke depan Komisi VI DPR akan meminta ESDM dan para BUMN tersebut menjamin ketersediaan dan mencegah terjadi spekulasi yang memberatkan masyarakat.[]

Meriahkan Ramadan, IKAT Aceh Adakan Quranic Camp

Meriahkan Ramadan, IKAT Aceh Adakan Quranic Camp

BANDA ACEH – Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh bekerja sama dengan Ma’had Aljamiah UIN Ar-Raniry akan mengadakan kegiatan Ramadan Quranic Camp. Kegiatan ini bertempat di Asrama-asrama yang berada di bawah pengelolaan Ma’had Aljamiah (pesantren) UIN Ar-Raniry.

“Kegiatan tersebut Insya Allah akan berlangsung dari 10 Ramadan sampai dengan 20 Ramadan, dengan rencana 5 gelombang. 1 gelombang akan berlangsung selama 2 hari dengan target 100 peserta putra putri setiap gelombang,“kata Ketua IKAT Aceh, Muhammad Fadhil Rahmi didampingi Ustad Dr. Nurkhalis Sofyan, Direktur Ma’had Aljamiah UIN Ar-Raniry.

Dijelaskan, kegiatan yang mengambil tema Bangga Menjadi Muslim tersebut akan diasuh langsung oleh para tutor lulusan timur tengah yang bersanad sampai Rasulullah.

Tim Tahsin Quran yang dipimpin oleh H.M. Yasin Jumadi, Lc sudah merampungkan Modul untuk bisa digunakan dalam kegiatan tersebut yang terinspirasi dari kitab matan tajwid.

Selain fokus tahsin (perbaikan bacaan), kegiatan Ramadhan Quraic Camp juga akan diisi dengan program-program keagamaan lainnya, seperti taushiah dan berbagi pengalaman hidup dari para tokoh inspiratif terutama dari kalangan internal IKAT, seperti Teungku H. Teuku Azhar Ibrahim, Lc (Pendakwah di Australia), Teungku H.Taqiyuddin Muhammad, Lc (Epigraf dan Penulis buku “Daulah Shalihiyyah Di Sumatera, Teungku H. Masrul Aidi (Ulama Muda Aceh), Fikri Sulaiman, Lc, MA (Kandidat Doktor di USA), M. Riza Nurdin (Kandidat Doktor di Australia, Sarjana Alazhar Mesir, Peraih Magister di Jerman), Tgk.H. Ivan Aulia, Lc, MA (Peraih nilai tertinggi dalam sidang program magister bidang bahasa Arab), Abdul Hamid, Lc (Penulis buku), Ahmad Faqih, Lc (Novelis Nasional) dan lain-lain.

Sebagai informasi, kegiatan ini dibuka untuk umum dengan sistem karantina. Metode pengajaran tahsin selama dua hari dengan 8 pertemuan dengan satu mentor menangani maksimal 15 peserta.

Bagi yang berminat dan untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Teungku H.M.Fadhil Albanie,Lc, MA, Ketua Panitia (082160080787) atau Tgk.Yusrawati Abdullatif, Lc (085290742486).

“Untuk media social bisa mengunjungi Group Facebook Ramadhan Quranic Camp IKAT Aceh,” ujar ketua IKAT Aceh. []

Cut Meyriska dan Roger Danuarta Layaknya Sepasang Kekasih?

Cut Meyriska dan Roger Danuarta Layaknya Sepasang Kekasih?

Kedekatan antara pesinetron muda Cut Meyriska dengan aktor Roger Danuarta semakin kentara saja. Apalagi ketika keduanya terlibat sinetron 7 MANUSIA HARIMAU, saat break syuting baik Roger maupun Meyriska kerap kedapatan berduaan.

Kedekatan keduanya pun sudah seperti layaknya kekasih, di mana keduanya terlihat mesra. Namun Cut Meyriska yang berperan sebagai Putri Semindang Rindu di sinetron tersebut, mengaku hubungannya dengan Roger hanya sebatas teman.

“Semua (pemain) dekat. Karena di sini udah kayak keluarga. Jadi nggak ada (hubungan) apa-apa sama Roger,” kata Cut Meyriska kepada KapanLagi.com®, di lokasi syuting 7 MANUSIA HARIMAU, Cibubur, Jakata Timur, Senin (8/6/2015).

Terlibat pekerjaan tim untuk syuting setiap harinya, membuat para pemain 7 MANUSIA HARIMAU sangat dekat. Banyak hal-hal seru yang dilakukan oleh bintang-bintang yang berasal dari berbagai generasi berbeda tersebut.

Walau terbilang masih junior jika dibandingkan pemain lain seperti misalnya Meriam Bellina dalam sinetron tersebut, namun Cut Meyriska tidak merasakan adanya diskriminasi dan senioritas. Setiap orang bekerja yang terbaik untuk menampilkan akting yang bagus.

“Semua pemain di sini baik-baik, mau senior atau junior kita menghabiskan waktu di sini (lokasi syuting). Dan yang pemain baru juga nggak ada perbedaan,” tandasnya. | sumber : merdeka

Masyarakat Aceh Diminta Tak Bangun Jarak dengan Ulama

Masyarakat Aceh Diminta Tak Bangun Jarak dengan Ulama

IDI RAYEUK – Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, siang tadi menghadiri Muzakarah Ulama yang dibuat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tentang Gampong Islami di Desa Keutapang Mameh, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Minggu, 31 Mei 2015.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Mualem tersebut mengatakan, gagasan Pemkab Aceh Timur dalam menggalakkan muzakaran ulama di gampong atau desa merupakan hal baru yang perlu ditiru daerah lainnya di Aceh.

“Dengan adanya muzakarah ulama di desa seperti ini, maka masyarakat bisa berjumpa langsung dengan pejabat di daerah dan pemerintah bisa bertatap muka langsung dengan bupati yang telah dipilih di pilkada sebelumnya,” katanya

Dengan dibuat di desa seperti itu, bisa menampung ide-ide dan gagasan dari masyarakat bawah sehingga hasilnya bisa dijadikan qanun atau atau aturan daerah yang seluruhnya berasal dari masyarakat.

“Di sini berkumpul petani, nelayan, pegawai, pemuda dan masyarakat. Jika dalam forum seperti ini kita putuskan sebuah aturan, maka jika nantinya menjadi qanun pasti seluruh masyarakat menerimanya dengan senang hati,” kata Mualem.

Mualem juga meminta umat Islam di Aceh harus sepakat untuk menjalankan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Masyarakat diminta dekat dengan alim ulama yang ada di sekitarnya.

“Jangan pernah (membuat) jarak dengan ulama. Jangan pernah marah dengan ulama. Karena ulama adalah orang yang memiliki ilmu agama. Ulama adalah orang yang memahami Alquran dan Al Hadis dengan benar. Kita selaku masyarakat awam mari kita kita ambil ilmu dari para ulama yang masih hidup di bumi Aceh,” kata Mualem.

Berdasarkan informasi dari siaran pers yang dikirimkan Humas Pemkab Aceh Timur, muzakarah I tahun 2015 itu dibuka oleh Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib. Acara itu dihadiri sejumlah ulama dari Aceh seperti Teungku H. Nuruzzahri atau Waled Nu dari Bireuen, Teungku H. Abdul Mannan atau Abu Blang Jruen dari Aceh Utara, Teungku H.M. Yusuf atau Tu Sop dari Jeunieb dan Teungku H. Abdul Wahab atau Abu Keude Dua dari Idi Rayeuk.

Selain itu dihadiri juga oleh Sekretaris MPU Aceh, Teungku H. Saifuddin Pute, Wakil Ketua DPRK Aceh Timur Samsul Akbar dan anggota DPRK Aceh Timur dari daerah pemilihan tiga, serta para pemimpin dayah di Aceh Timur.

Muzakarah Ulama kali ini juga dirangkai dengan peringatan haul H. Muhammad Hasan atau Abu Keutapang Mameh ke-24. Salah seorang muridnya, Teungku H. Ibnu Sa’dan, membacakan profil dan biografinya sebagai sosok ulama yang memiliki kelebihan semasa hidupnya.[]

DPR Aceh: Dana Otsus dan Migas 2014 di Wilayah Tengah Belum Menuai Hasil Maksimal

DPR Aceh: Dana Otsus dan Migas 2014 di Wilayah Tengah Belum Menuai Hasil Maksimal

TAKENGON – Ketua Tim Pansus DPR Aceh Dapil IV Bener Meriah dan Aceh Tengah, Adam Muhklis Arifin, mengatakan penggunaan dana Otsus dan Migas Aceh pada 2014 untuk Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah sebesar Rp115 miliar.

“Aceh Tengah Rp42.652.383.000 dan Rp73.849.174.851.00 untuk Bener Meriah,” kata Adam Muhklis Arifin dalam konferensi pers, di Takengon, Senin 25 Mei 2015.

Sayangnya, kata dia, anggaran yang besar ini ternyata tidak membuahkan hasil maksimal. Pasalnya, banyak proyek yang jauh dari harapan. Bahkan ada sebagian yang terhenti seperti proyek pembangunan kandang sapi di Ketapang III, Desa Pantang Nangka, Mungkur dan Dewat, Kecamatan Linge, kabupaten Aceh Tengah.

“Anggarannya itu Rp2,5 miliar lebih. Padahal, dari jumlahnya ratusan, namun yang baru siap hanya 30 unit saja. Itu pun masih diragukan kualitasnya karena ada sebagian yang belum di semen,” katanya

Sementara untuk di Bener Meriah, sebut politisi Partai Aceh itu, juga ditemukan pembangunan ruas Jalan Tritit-Pondok Baru-Samar Kilang dengan Pagu Rp27 miliar dan dan jalan Bener Meriah- Simpang KKA, Aceh Utara dengan pagu Rp32 miliar lebih.

“Kedua proyek jalan di Bener Meriah itu sepintas kita lihat jauh dari harapan. Seperti jalan Simpang Tritip tembus Samar Kilang. Kita temukan sekitar 18 kilo jalan belum ada pengerasan. Sementara dalam kontraknya ada. Kita akan panggil SKPA terkait nantinya untuk meminta kejelasannya,” ujar Adam Muhklis. [] (mal)

PBB: Indonesia, Malaysia, dan Thailand Abaikan Seruan Bantu Kapal Migran

PBB: Indonesia, Malaysia, dan Thailand Abaikan Seruan Bantu Kapal Migran

NEW YORK – PBB mengatakan Indonesia, Thailand dan Malaysia masih tetap menolak seruan untuk mengizinkan ribuan migran yang terdampar di laut mendarat di wilayah mereka.

Juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Bangkok, Vivian Tan, mengatakan waktunya sekarang hampir habis.

Ribuan migran, yang terdiri dari pengungsi etnik Rohingya dari Myanmar dan pendatang dari Bangladesh, diperkirakan terdampar di tengah laut setelah kapal-kapal yang mereka tumpangi ditinggalkan jaringan penyelundup manusia.

Kelompok penyelundup dilaporkan meninggalkan pengungsi dan migran karena pihak berwenang Thailand memburu jaringan penyelundup.

Menurut Vivian Tan, tidak ada migran yang mendarat lagi sejak Jumat lalu (15/05) ketika ratusan orang diselamatkan oleh nelayan-nelayan di Aceh.

“Ini pertanda buruk karena tidak ada perkembangan selama akhir pekan. Kami semula berharap akan ada lebih banyak kapal yang ditemukan, dan lebih banyak orang diselamatkan dan diizinkan mendarat. Malangnya, hal itu tampaknya tidak terjadi,” ujarnya Senin, 18 Mei 2015.migrasi bangladesh dan rohingya

Kebijakan Indonesia

TNI mengukuhkan telah melarang nelayan yang beroperasi di wilayah Aceh untuk menjemput dan membawa migran ke wilayah Indonesia, kecuali kapal yang ditumpangi para imigran tenggelam.

Sementara itu Menteri Pertahanan Thailand, Jenderal Pravit Wongsuwan, memperingatkan kepada kapal-kapal migran untuk tidak memasuki wilayah negara itu tanpa izin.

“Bagi kapal-kapal di luar perairan Thailand, kami peringatkan kepada mereka untuk tidak masuk ke wilayah Thailand. Bila mereka masuk, mereka masuk ke negara kami secara gelap,” kata Wongsuwan.

“Bila mereka nekat, mereka akan segera ditahan,” katanya.[] sumber: bbc indonesia