Category: Uncategorized

Kecamatan Bandar Baru Bakal Dijadikan Sentra Udang Windu

Kecamatan Bandar Baru Bakal Dijadikan Sentra Udang Windu

PIDIE JAYA – Desa Cut Nyong, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, sedang dikembangkan sebagai sentra produksi udang windu untuk Aceh. Sedangkan salah satu kelompok yang dibina disana bernama Saweu Gampong.

Berdasarkan data yang dimiliki portalsatu.com, kawasan ini memiliki luas areal + 40 haktare lebih dan saat ini yang telah dijadikan sentra pengembangan udang windu sejumlah + 10 Ha.

Kegiatan Kelompok Saweu Gampong yang dilakukan dibawah binaan BPAP Ujong Batee yaitu Abidin Nur dan Syarifuddin.

Tahap uji coba terhadap pengembangan udang windu telah dilakukan sebanyak 3 petak tambak dengan luas masing-masing 2.080 meter, 2.200 meter dan 5.000 meter dengan hasil yang didapatkan 1.000 kilogram, 900 kilogram dan 1.500 kilogram.

Penaburan benih tahap ke 2 udang windu seluas 6 Hektar lagi di kawasan ini dilakukan oleh Umi Hj. Niazah A. Hamid dan disaksikan oleh Pimpinan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujong Batee yaitu Abidin Nur dan Hasbi Abdullah selaku mantan Ketua DPR Aceh.

Selain penaburan benih, Umi Hj. Niazah A. Hamid, juga melakukan beberapa kegiatan lain dilokasi tambak yaitu berdiskusi dengan wanita-wanita yang mengembangkan penanaman mangrove, demo memasak rumput laut dan santuan anak yatim serta janda-janda kurang mampu di desa Cut Nyong.

Dalam sambutannya, Umi Hj. Niazah A. Hamid menyampaikan kepada Kelompok Saweu Gampong agar dapat menjadi pelopor dalam memotivasi masyarakat lain yang mememiliki lahan dikawasan ini agar dapat membantu menyerap tenaga kerja yang ada dikawasan ini terutama para wanita agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dalam membantu keluarga.

Katanya, kegiatan seperti inilah yang sebenarnya diharapkan terus berkembang di kawasan-kawasan lain di Aceh. Tujuannya, agar semua masyarakat Aceh menjadi sejahtera.

undang windu 2

”Saya tidak menyangka begitu bagus dan menariknya kawasan ini dan ini harus segera dijadikan model kawasan di tempat lain,” kata Niazah A. Hamid.

Sementara itu, Pimpinan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujong Batee, Abidin Nur, dalam sambutannya juga menyampaikan informasi bahwa udang windu di Aceh salah satu yang berkualitas di dunia.

”Makanya saya tidak henti-hentinya melakukan pembinaan di Aceh dikarenakan kawasan seperti kawasan Kelompok Saweu Gampong ini masih sangat banyak di Aceh dan masyarakat harus memiliki keyakinan terhadap usaha ini,” kata dia.

Katanya, di Indonesia wilayah timur seperti Sulawesi, udang windu hanya bisa bertahan kehidupannya 1 bulan, akan tetapi di Aceh sampai di atas 3 bulan.

”Sungguh suatu yang luar biasa, dan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI mendukung penuh program yang dilaksanakan masyarakat seperti hal nya Kelompok Udang Windu Saweu Gampong ini,” katanya.

Ketua Kelompok Saweu Gampong, Musri, mengaku sangat berterima kasih dan bangga atas kedatangan Umi Hj. Niazah A. Hamid dan rombongan ke kawasan itu.

”Saya berharap semoga kedepan usaha ini juga mendapat perhatian baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI maupun dari Pemerintah Aceh untuk kelompok-kelompok lain dan masyarakat sekitar lokasi yang memiliki keinginan dan semangat terhadap pengembangan komoditi udang windu ini,” katanya. [] (mal)

Foto: Pawai Alegori Meriahkan Peringatan Kemerdekaan di Langsa

Foto: Pawai Alegori Meriahkan Peringatan Kemerdekaan di Langsa

LANGSA – Peserta pawai alegori menyemarakkan Kota Langsa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa tingkat SD, SMP dan SMA sederajat se-Kota Langsa, Sabtu, 15 Agustus 2015. Pawai ini mengambil start dari Lapangan Merdeka menuju Pendopo-Jalan A. Yani-depan RSUD Langsa-Jalan Teuku Umar-Jalan Telkom dan finish di lapangan belakang.[]

pawai alegori3 pawai alegori2 pawai alegori1 pawai alegori

Catatan Ajudan Mualem di Rumah Raja Linge

Catatan Ajudan Mualem di Rumah Raja Linge

SEBAGAI ajudan saya selalu mendampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam setiap kesempatan. Walaupun terkadang saya keteter juga mengikuti Mualem yang amat mobile. Kali ini saya mendampinginya ke rumah Almarhum Iklil Ilyas Leube, Gayo, pada Selasa, 3 Agustus 2015. Kami tiba di Lampahan, Aceh Tengah, sore hari dan disambut oleh keluarga besar almarhum.

Sebelumnya di perjalanan saya diceritakan tentang keluarga almarhum. Saya rada kuper dengan mantan pejuang Aceh walaupun sudah dua tahun bersama Mualem. Berdasarkan cerita Mualem saya jadi memahami siapa sebenarnya keluarga sang pejuang DI/TII dan GAM Ilyas Leube, Hj Salamah, Ilham dan Iklil. Mereka adalah darah biru kaum pejuang.

Hj Salamah, ibu almarhum, menyambut kedatangan kami saat itu. Dari penampilannya dia terlihat begitu tegar. Padahal guratan wajahnya jelas sekali dia sudah uzur. Namun semangat dan cara beliau berbicara seakan-akan saya melihat wajah seorang pejuang.

Hj Salamah menatap langsung lawan bicaranya. Termasuk Mualem. Meskipun Hj Salamah berbicara dengan Mualem dalam tempo yang lama, saya hanya bisa menangkap beberapa patah kata saja. Ibunda Iklil Ilyas Leubee menyampaikan harapannya. Harapan ini konon kerap disampaikan ke semua petinggi yang mengunjunginya. Saban persis seperti apa yang saya baca di media ini.

Meskipun dalam rentang setahun ini telah kehilangan dua putranya, Ilham dan Iklil, tapi intonasi suara dan sikap Hj Salamah tetap terlihat tegar. Dia tidak pernah mengeluh ditinggal pergi oleh orang-orang yang dicintainya.

Dalam pembicaraannya dengan Hj Salamah, Mualem bersedia menjadi wali bagi anak almarhum. Dia lantas menunjuk Jubir Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau kerap disapa Adi Laweung menjadi penghubung antara dirinya dengan keluarga almarhum. Apa yang disampaikan Mualem ini turut disaksikan oleh tokoh masyarakat di sana.

Dalam sambutannya, Wagub juga menyampaikan bahwa cita-cita keluarga pejuang ini akan tetap diteruskan. Mualem mengatakan apa yang sedang terjadi saat ini adalah proses menuju ke arah cita-cita itu. Cita-cita membawa kesejahteraan untuk Aceh. Membuat Aceh menjadi negeri yang maju.

Wagub mengatakan bahwa sebenarnya dari segi kesejahteraan, masyarakat Gayo lebih sejahtera daripada masyarakat pesisir.

Almarhum Teungku Iklil Ilyas Leube sempat mengundang Mualem untuk menghadiri halal bi halal di Aceh dengan tokoh-tokoh Partai Aceh Kabupaten Aceh Tengah dan berbagai elemen partai sebelum dia meninggal. Raja Linge ini juga berhasil mempersatukan kembali semua elit partai dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Aceh Tengah sebelum meninggal. Peran beliau telah mempersatukan semua pihak yang selama ini berseberangan. Setidaknya begitulah yang disampaikan oleh Ketua KPA Aceh Tengah Suwardi.

“Kami tetap ikut komando, jadi kami sudah bersatu,” ujar Suwardi yang diamini oleh Ketua PA Aceh Tengah, Renggali.

Mualem bertandang ke rumah almarhum Iklil Ilyas Leubee didampingi oleh Wakil Ketua PA/KPA Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, Sekjen PA Mukhlis A Basyah atau dikenal Adun Mukhlis, Teungku Darwis Jeunieb, Ketua Gerindra Aceh TA Khalid, Ketua Fraksi PA Kautsar M Yus, Jubir PA Adi Laweung dan beberapa petinggi KPA/PA serta tokoh masyarakat lainnya.

Usai bertemu dengan keluarga almarhum, Mualem turut bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Gayo di warung kopi ARB. Dalam perbicangannya mereka turut membahas mengenai pengembangan kopi Gayo agar lebih maju karena daerah ini akan mengikuti kontes kopi di Arab Saudi.[]

Note: Gamal Abdul Nasser adalah ajudan Wakil Gubernur Aceh

Lima Planet Baru Seukuran Bumi Ditemukan

Lima Planet Baru Seukuran Bumi Ditemukan

SEBUAH sistem tata surya dengan lima planet seukuran bumi ditemukan. Para ahli meyakini penemuan ini dapat membantu menjawab misteri adanya kehidupan di planet lain.

Induk dari sistem tata surya tersebut kemudian dinamai Kepler-144. Sistem ini berjarak sekitar 117 tahun cahaya dari bumi dan diperkirakan berusia 11,2 miliar tahun.’

Pada bulan Januari, sekelompok peneliti starquake pada Universitas Birmingham, Inggris yang dipimpin Tiago Campante mengumumkan penemuan dari kelima planet ini. Menurut Campante, penemuan ini dapat menambah wawasan baru terkait keberadaan kehidupan asing.

“Sistem ini memberi kita harapan bahwa ada dunia lain yang dihuni yang belum sempat teramati lantaran kita tidak punya cukup waktu. Observasi di mana mendatang mungkin bisa mengubahnya,” ujar Campante kepada Astrobio.net.

Meski demikian, terbersit pertanyaan apakah bisa manusia hidup dalam waktu miliaran tahun. Hal itu masih murni spekulasi.

“Jika kecerdasan hidup bisa berkembang pada sistem setua ini, bisakah ini tetap ada atau justru malah hancur sendiri?” ungkap Campante.

Nama Kepler-444 diambil setelah misi pencarian planet Kepler NASA, yang pertama kali membuat penemuan tentatif. Asalnya, bintang ini diberi kode KOI-3158, tetapi belakangan diubah.

Para astronom menunjukkan diameter planet tersebut diperkirakan sebesar Mars atau Venus. Bisa juga seperti bumi atau lebih kecil.

“Ada implikasi yang luas dari penemuan ini,” kata Campante.

Menurut dia, penemuan ini menunjukkan susunan planet telah terbentuk jauh sebelum pembentukan bumi. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya kehidupan lain.

“Pada saat Bumi terbentuk, planet-planet dalam sistem ini sudah lebih tua dari planet kita saat ini. Penemuan ini sekarang dapat membantu untuk menentukan apa yang kita sebut ‘era pembentukan planet’,” kata dia.[] sumber: dream.co.id

Bagaimana Helikopter Bisa Terbang Melayang?

Bagaimana Helikopter Bisa Terbang Melayang?

HELIKOPTER terbang dengan memutar sudu rotor panjang yang penampangnya seperti sayap pesawat terbang. Besar gaya bubung yang dihasilkan sudu-sudu itu dapat diubah-ubah dengan meyesuaikan sudut puntir puntir semua sudu sekaligus. Sementara pembelokan dilakukan degan menyesuaikan setiap sudu selama daur putarannya.

Untuk terbang maju atau mundur, menyamping ke kiri atau kanan, rotor yang berputar dimiringkan ke arah gerakan tadi. Sebuah sudu rotor kecil tambahan, yang dipasang di ekor helikotper, mencegah berputarnya pesawat mengikuti momentum rotor pembumbung, dan dengan demikian menstabilkan terbangnya.

Helikopter dapat melayang diam tanpa bergerak di udara dengan menyeimbangkan bobot pesawat terhadap gaya bubung yang ditimbulkan oleh rotornya.

Rotor Utama

Sudu rotor utama berpenamang seperti sayap pesawat terbang. Arus udara melewati permukaan atas dan bawah sudu sehingga tercipta tekanan rendah di atas yang menimbulkan gaya bubung

Rotor Tambahan

Gaya dari rotor utama helikopter akan memutar seluruh pesawat seandainya tidak ada efek penstabil dari rotor tambahan yang terdapat di ekor.

Naf Rotor Utama

Untuk mempertahankan suatu sikap terbang, penerbang harus menyesuaikan sudut sudu-sudu rotor dengan menggunakan pelat pemiring, suatu alat yang terpasang pada poros rotor. Helikopter dapat terbang, berputar, atau melayang diam menurut bagaimana penerbang mengendalikan pelat pemiring tersebut. Menggerakkan pelat pemiring ke atas dan ke bawah akan mengubah kemiringan sudu rotor. Pelat pemiring dapat juga diserongkan untuk mengubah sudut cakram rotor.[] sumber: national geographic

Di Aceh Besar, Lebaran Tak Lengkap Tanpa Sie Reuboh

Di Aceh Besar, Lebaran Tak Lengkap Tanpa Sie Reuboh

JANTHO – Bagi warga Aceh Besar, tak lengkap jika merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran menu Sie Reuboh. Hal ini disampaikan oleh Zuraidah, 58 tahun, warga Montasik, Aceh Besar kepada portalsatu.com.

“Saya tiap lebaran memasak sie reuboh karena ini adalah masakan khas Aceh yang tidak boleh tidak ada saat lebaran dan memang sudah kebiasaan pada keluarga kami, bahkan hari-hari biasa saya juga memasak sie reuboh,” ujar Zuraidah, Sabtu, 18 Juli 2015.

Dia mengatakan sie reuboh merupakan daging yang direbus terlebih dahulu dan dimasak menggunakan bumbu tertentu dengan rempah-rempah pilihan khas Aceh.

“Memasak sie reuboh ada bumbu sendiri. Kalau dagingnya saya potong agak besar-besar, potongan daging sesuai selera dan menggunakan usus dan lemak atau gapah,” ujarnya.

Bumbu yang biasa digunakan Zuraidah berupa cabai kering bubuk, kunyit, lengkuas yang dimemarkan, gula merah, garam dan cuka. Selain itu dia juga menambahkan jeruk nipis dan asam Jawa sebagai pelengkap rasanya. “Kalau untuk dihaluskan pakai cabai merah, cabai rawit dan bawang putih,” ujarnya lagi.

Sementara cara memasaknya adalah daging dipotong, dibersihkan dan direbus terlebih dahulu. Kemudian dicampurkan dengan air asam jawa, jeruk nipis dan garam serta diaduk merata.

“Lalu campur dengan bumbu dan bahan yang telah dihaluskan tadi baru dimasak,” katanya.

Istimewanya, sie reuboh tidak dimasak dalam wajan biasa melainkan kuali tanah. Kuali tanah atau biasa disebut beulangoeng tanoh merupakan kuali yang terbuat dari tanah dan sering digunakan masyarakat Aceh pada zaman dahulu.

Adonan sie reuboh kemudian diaduk hingga merata supaya bumbunya meresap. Zuraidah lantas menambahkan air dan tunggu sampai matang agar dagingnya empuk.

“Daging ini bisa dimakan dalam beberapa hari dan selalu harus dipanaskan saat mau dimakan, karena sie reuboh meugapah (berlemak),” kata Zuraidah.[](bna)

Bocah Asal Aceh Timur Juara Tiga Hafiz Cilik RCTI

IDI RAYEUK – Hafiz cilik asal Aceh Timur, Miftahull Barri, keluar sebagai juara tiga dalam program Hafiz Cilik RCTI yang diumumkan pada Kamis, 16 Juli 2015.

Miftah merupakan bocah asal Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur.

Miftah bersama dua hafiz ciliknya bersaing ketat di grand final Hafiz Cilik yang digelar kemarin.

Putra pasangan Jamaluddin dan Safwati itu berhak mendapatkan hadiah tiga tiket umrah gratis.

Juara pertama diraih oleh Aulia dari Demak, dan juara dua diraih oleh Askar Arif dzikra dari Banda Aceh.

Hafiz cilik kelahiran Bayeun, 20 Agustus 2008 itu mulai menghafal Alquran sejak umur 4 tahun.

“Dan sekarang umur 6.5 tahun, alhamdulillah Miftah sudah bisa  hafal 4 juz Alquran,”  ujar Safwati kepada portalsatu.com.

Jamaluddin ayah Miftah  diketahui sebagai pedagang kecil di desa Bayeun. Sementara ibunya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.[] (ihn)

Bupati Nasaruddin Kukuhkan Panitia Kongres Adat Gayo

TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, H. Nasaruddin, telah mengukuhkan panitia Kongres Adat Gayo yang terdiri dari gabungan organisasi forum mahasiswa Gayo se-Nusantaradi Takengon dua hari lalu, Rabu, 15 Juli 2015.
Pengukuhan tersebut diikuti dengan seminar bertema Urgensi Generasi Muda dalam Mengawal Eksistensi Gayo dan Dewan Adat Gayo.
Menurut Nasaruddin, upaya pembentukan panitia kongres menjadi langkah awal untuk menyusun tahap berikutnya dalam mempersiapkan kongres secara matang.
“Keberadaan suatu komunitas sangat penting pada saat ini, bahkan lebih penting di masa depan, dan kongres Dewan Adat Gayo kami nilai suatu langkah yang tepat untuk tetap memberi ruang adat Gayo tetap eksis di masa mendatang,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin menambahkan, tanpa upaya nyata, suatu komunitas bisa saja hilang dari peredaran, terlebih komunitas kecil. Tapi jika komunitas tersebut mampu mengembangkan diri, bisa lebih besar. “Begitu juga dengan Gayo.”
Salah satu panitia, Aramiko Aritonang mengatakan kongres ini bagian dari komitmen pemuda dan mahasiswa Gayo yang menggagas percepatan dilaksanakannya kongres Dewan Adat Gayo
“Semua perwakilan organisasi mahasiswa Gayo yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Gayo se-Nusantara hadir untuk merumuskan berbagai persiapan kongres,” kata Aramiko.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPR RI asal Gayo Tagore Abubakar, Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Ghani, dan anggota DPRA asal Aceh Tengah dan Bener Meriah, Bardan Sahidi.
Organisasi pemuda dan mahasiswa yang yang turut berpartisipasi dalam forum mahasiswa Gayo se-Nusantara antara lain GeRAK Gayo, GMNI, Gayo Merdeka, FKBM UGP, Ippemata, KGAB, STIKES YPNAD, BEM STAIN UGP, HMI, MAPESGA, PII, GEGARA, STAIN, AMPG, BMG, IMAGAS, Formagalus, IMM, HPBM, BEM UGP, IMAGA, dan BMG.[] (ihn)
Harga Daging di Aceh Utara Rp150 Ribu

Harga Daging di Aceh Utara Rp150 Ribu

ACEH UTARA – Harga daging sapi di  Aceh Utara Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram, Rabu, 15 Juli 2015. Sebelumnya harga daging berkisar Rp120 ribu  hingga Rp130 ribu.

“Satu kilo 150 ribu (rupiah),” ujar Rizal, salah seorang pedagang daging sapi saat ditemui portalsatu.com di pasar tradisional Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Menurut Rizal, pihaknya menjual daging sapi Rp150 ribu per kg sejak malam tadi. ” Tidak menutup kemungkinan, besok harga daging akan naik lagi,” katanya.

Ia menyebut pihaknya menaikkan harga daging lantaran harga sapi mulai naik menjelang meugang hari raya Idul Fitri. “Sesuai dengan harga sapi yang dibeli dari penyalur yang juga naik drastis, pedagang akhirnya mematok harga yang lebih tinggi,” ujar Rizal.

Penjelasan sama disampaikan Muslem, pedagang daging sapi di pasar tradisional Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Muslem mengatakan harga daging akan naik lagi pada hari meugang (Kamis/besok).

Di Matangkuli, kata Muslem, harga daging sapi dijual Rp150 ribu per kg. Sedangkan harga tulang sapi Rp70 ribu per kg.

Reni, seorang pembeli daging sapi ditemui portalsatu.com di pasar Matangkuli, mengaku tetap membeli meski harga daging sapi tergolong mahal.  Sebab, kata dia, merayakan meugang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh sejak masa silam.

“Ya tetap saya beli, kalau tidak sanggup beli banyak, beli sedikit,” kata Reni

Sementara itu, di pasar Inpres Lhokseumawe harga daging sapi Rp140 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam Rp37 ribu per ekor.

Sulaiman salah seorang pedagang di pasar Inpres mengatakan semua harga barang melonjak naik, seperti bawang merah Rp14 ribu, tomat Rp8 ribu, dan cabai merah yang kemarin Rp45 ribu kini menjadi Rp55 ribu per kg.

Selain itu, telur ayam yang kemarin Rp30 ribu kini menjadi Rp35 ribu per papan. “Melihat banyaknya permintaan, masyarakat membutuhkan semua barang tersebut, mungkin besok tambah naik harga barang-barang itu,” ujar Sulaiman.[]

Foto ilustrasi.