Category: Politik

Soal APBA Perubahan, DPR Aceh Minta Input dari TAPA Dipercepat

Soal APBA Perubahan, DPR Aceh Minta Input dari TAPA Dipercepat

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh meminta proses input di Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dipercepat. Tujuannya, agar pengesahan APBA Perubahan 2015 dapat segera dilaksanakan.

“Ini agar proses APBA Perubahan 2015 segera selesai, agar kita bisa segera membahas RAPBA 2016,” kata Ketua Badan Legislasi DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Jumat, 9 Oktober 2015.

“Kalau bicara di jadwal, ini sudah memasuki jadwal pembahasan APBA murni 2016,” ujar mantan aktivis mahasiswa ini.

Katanya, keterlambatan ini juga akan berimbas pada pembahasan RAPBA 2015. “Padahal, kalau sesuai jadwal, APBA yang disahkan pun lebih berkualitas. Demikian juga dengan serapan anggaran nantinya. SKPA bisa bekerja maksimal,” kata Iskandar.

“Sekali lagi kita meminta TAPA untuk mempercepat proses input sehingga ini cepat selesai,” ujar politisi Partai Aceh ini. [] (mal/*sar)

“Itu Bang Yan Habis dengan Anda, Duduk dengan Mualem”

“Itu Bang Yan Habis dengan Anda, Duduk dengan Mualem”

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi Karim, mengaku mendapat banyak telepon usai Sofyan Dawood bertemu dengan Muzakir Manaf.

Hal ini disampaikan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In I Kota Banda Aceh, Kamis 8 Oktober 2015.

“Banyak juga yang menanyakan ke saya; Itu Bang Yan habis duduk dengan Anda, duduk dengan Mualem,” kata Tarmizi Karim yang mengulang pertanyaan warga Aceh kepada dirinya.

Katanya, pertanyaan tersebut rata-rata disampaikan warga Aceh yang menjadi pendukung dirinya untuk maju di Pilkada 2017.

“Kalau saya berpikirnya begini, itulah yang dilakukan komunikasi politik. Yang dia inginkan adalah tokoh-tokoh yang bagus membangun Aceh. Bukan berarti duduk dengan Mualem, mendukung Mualem kan?” kata Tarmizi Karim.

“Dia duduk dengan saya, bukan berarti saya satu-satunya. Demikian juga saat Bang Yan duduk dan bertemu dengan Mualem, bukan berarti meninggalkan saya,” ujar mantan Bupati Aceh Utara ini lagi. [] (mal)

Tarmizi Karim Mengaku Tak Pernah Menjanjikan Apapun untuk Sofyan Dawood

Tarmizi Karim Mengaku Tak Pernah Menjanjikan Apapun untuk Sofyan Dawood

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tak pernah menjanjikan apapun kepada Sofyan Dawood sehingga sosok tersebut mendukungnya. Hal ini diungkapkan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kamis siang, 8 Oktober 2015.

“Saya tidak menjanjikan apapun dengan dia,” kata Tarmizi Karim.

Sebelumnya, Tarmizi A. Karim juga mengaku tetap akan maju sebagai calon gubernur Aceh di Pilkada 2017.

“Oh, iya (maju-red),” kata Tarmizi Karim.

Untuk itu, Tarmizi Karim mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai lokal dan nasional.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini. [] (mal)

[Wawancara] Tarmizi Karim: Bertemu Mualem, Bukan Berarti Bang Yan Meninggalkan Saya!

[Wawancara] Tarmizi Karim: Bertemu Mualem, Bukan Berarti Bang Yan Meninggalkan Saya!

PEJABAT Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim berada di Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015. Ia juga menemani Mendagri Tjahjo Kumolo saat ngopi di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh.

Di sela-sela kegiatannya, Tarmizi Karim bersedia menerima wartawan portalsatu.com, Murdani Abdullah, untuk wawancara seputar rencananya maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017.

Berikut petikan wawancara tersebut:

Sofyan Dawood kabarnya mendukung Anda di Pilkada 2017. Apa tanggapan Anda?

Begini, sebagai orang yang memahami perjalanan masa lalu di Aceh kan, baik PA, dia (Sofyan Dawood-red) mengikutilah semua perkembangan.

Dia masuk dalam perjalanan itu kan, sebagai tim sukses dan pembantu Irwandi (saat Pilkada 2012-red). Artinya dia melihat, merasakan, dan berkesimpulan.

Dalam perjalanan itu, (dulu) dia pernah mengungkapkan kepada saya. Kata Bang Yan (Sofyan Dawood-red), “Saya sudah menjalani semua perjalanan, saya katakan kepada abang (Tarmizi Karim-red), bahwa abang ada-lah porsi tersendiri dalam mengabdi pada pembangunan. Biarlah orang-orang ini yang masuk dalam pemerintahan di Aceh”. Kemudian saya kan,Oke.”

Tapi kemudian Bang Yan datang lagi sekarang. Dia kembali mengatakan, “Bang sudah bang. Abang sudah cukuplah mengabdi di luar, sekarang abang kembalilah ke Aceh. Kenapa? Banyak tokoh-tokoh Aceh seperti abang, beberapa orang.”

Dia sebutkan Pak Irwandi, Pak Muzakir, beberapa orang lah, tokoh nasional. Jadi Bang Yan berkata lagi, “Abang harus memperkuat kesebelasan-kesebelasan itu untuk membangun Aceh ke depan.”

Oleh karena itu, saya lihat pemikiran bagus, saya akomodir. Dia sering datang ke saya, diskusi bagaimana memecahkan persoalan di Aceh.

Ada informasi, Anda akan maju dengan NasDem?

Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada.

Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja.

Apa sudah ada tawaran untuk maju dari partai politik tertentu untuk Pilkada Aceh?

Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik.

Wakilnya nanti dari NasDem?

Itu belum.

Jadi calon wakilnya masih terbuka untuk semua partai?

Saya punya link dengan semua partai politik.

Terkait pertemuan Sofyan Dawood dan Mualem, apa tanggapan Anda?

Bang Sofyan berpikir begini. Tokoh-tokoh yang mampu di Aceh itu selalu di-support. Dia mengungkapkan kepada saya, bahwa ingin membangun Aceh.

Saya tidak menjanjikan apapun dengan dia.

Apakah pertemuan Mualem dan Sofyan Dawood memengaruhi sikap politik Anda?

Dia duduk dengan saya, bukan berarti saya satu-satunya. Demikian juga saat Bang Yan duduk dan bertemu dengan Mualem, bukan berarti meninggalkan saya.

Banyak juga yang menanyakan ke saya, “Itu Bang Yan habis duduk dengan Anda, duduk dengan Mualem.” Kalau saya berpikirnya begini, itulah yang dilakukan komunikasi politik. Yang dia inginkan adalah tokoh-tokoh yang bagus membangun Aceh. Bukan berarti duduk dengan Mualem, mendukung Mualem kan?[]

Tarmizi Karim: Saya Punya Link dengan Semua Partai Politik

Tarmizi Karim: Saya Punya Link dengan Semua Partai Politik

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Saya punya link dengan semua partai politik,” kata Tarmizi Karim lagi.

Tarmizi Karim mengaku sedang melakukan penjajakan dengan semua partai politik.

“Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada,” kata Tarmizi Karim.

“Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Saat ditanya soal isu bahwa calon wakilnya adalah kader Partai NasDem Aceh, Tarmizi Karim berkomentar singkat.

“Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)

Diisukan Gandeng Kader NasDem Sebagai Wakil, Ini Kata Tarmizi Karim

Diisukan Gandeng Kader NasDem Sebagai Wakil, Ini Kata Tarmizi Karim

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon Gubernur Aceh di Pilkada 2017. Namun soal calon wakilnya, Tarmizi Karim masih merahasiakannya.

“Saya begini. Saya katakan bahwa semua partai-partai nasional kita lakukan pendekatan-pendekatan. Walaupun saya orang dalam birokrasi. Tentu saya bermain dalam etika dan aturan yang ada,” kata Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Saya memegang dua-dua itu. Pertama, memegang posisi saya sebagai pejabat. Yang kedua, etika-etika tadi. Saya punya pimpinan, sebagai staf Kemendagri, misalnya. Saya kan enggak bisa mengungkapkan apa saja,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Saat ditanya soal isu bahwa calon wakilnya adalah kader Partai NasDem Aceh, Tarmizi Karim berkomentar singkat.

“Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)

Tarmizi Karim Tetap Bakal Maju di Pilkada Aceh 2017

Tarmizi Karim Tetap Bakal Maju di Pilkada Aceh 2017

BANDA ACEH – Pejabat Gubernur (Pj) Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, mengaku tetap akan maju sebagai calon gubernur Aceh di Pilkada 2017. Hal ini diungkapkan Tarmizi Karim kepada portalsatu.com di Warkop 3 In 1, Kota Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Oh, iya (maju-red),” kata Tarmizi Karim.

Untuk itu, Tarmizi Karim mengaku sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai lokal dan nasional.

“Oh, saya punya link, baik di lokal maupun nasional terkait partai tadi dan dalam politik tadi, kita kan melakukan komunikasi politik,” kata mantan Bupati Aceh Utara ini.

Namun Tarmizi Karim masih merahasiakan dari partai politik mana dirinya bakal mencalonkan diri sebagai Cagub Aceh. “Itu belum,” kata Tarmizi Karim. [] (mal)

Soal Qanun Wali Nanggroe, Mendagri: Itu Panjang Ceritanya

Soal Qanun Wali Nanggroe, Mendagri: Itu Panjang Ceritanya

BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan berkomentar banyak soal status Qanun Wali Nanggroe yang kini tak ada kejelasan di tingkat pemerintah pusat.

Hal ini diungkapkan Mendagri dalam wawancara dengan portalsatu.com di 3 in 1 Coffee, Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015 siang.

“Itu panjang ceritanya,” kata Tjahjo Kumolo.

“Tunggu saja ending ceritanya ya,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah pusat pada prinsipnya menghargai kekhususan Aceh yang tercantum dalam UUPA dan MoU Helsinki. Bahkan, kata Mendagri, ‘kitab sucinya’ Aceh adalah MoU Helsinki.

“Kitab sucinya Aceh kan, MoU Helsinki,” kata Tjahjo Kumolo.

“Pada prinsipnya pemerintah pusat mengakui aturan baku di Aceh. MoU dan UUPA. Ada hal-hal yang jadi (kewenangan pusat-red) dan hal-hal yang diatur dalam MoU, tidak masalah,” kata Tjahjo Kumolo. [] (mal)

Ditanya Soal Bendera Aceh, Mendagri: Prinsipnya Tetap Harus Tunggal

Ditanya Soal Bendera Aceh, Mendagri: Prinsipnya Tetap Harus Tunggal

BANDA ACEHMenteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan bendera di Indonesia harus tetap tunggal atau merah putih.

Tjahjo Kumolo menyatakan itu saat wartawan portalsatu.com menanyakan bagaimana pengakuan pemerintah pusat terkait Qanun tentang Bendera Aceh, dalam wawancara di Warung Kopi 3 In 1, Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015, siang.

“Kalau bendera pada prinsipnya harus tunggal. Sebagai bagian dari negara, ya merah putih. Harus tetap merah putih,” kata Tjahjo Kumolo.

Terkait hal ini, kata Mendagri, gubernur bagian dari pemerintah pusat di Aceh harus menyelesaikan polemik bendera tersebut. Gubernur harus mengamankan kebijakan pemerintah pusat di Aceh.

Sebelumnya, Mendagri mengatakan tak mempermasalahkan Rancangan Qanun (Raqan) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang sedang dibahas DPR Aceh. Asal, kata Mendagri, Raqan itu sesuai dengan MoU Helsinki dan UUPA.

“Pada prinsipnya pemerintah pusat mengakui aturan baku di Aceh. MoU dan UUPA. Ada hal-hal yang jadi (kewenangan pusat-red) dan hal-hal yang diatur dalam MoU, tidak masalah,” kata Tjahjo Kumolo.

“Itu (Raqan BRA-red) kita hargai dan kita hormati. Itu aja persoalannya, simple. Dengan kekhususannya, dengan MoU Helsinki, beberapan Perda (qanun-red) yang menjadi kewenangan DPRD (DPRA-red) saya kira tidak ada masalah,” ujarnya lagi. [] (mal)

Soal Raqan BRA, Ini Komentar Mendagri

Soal Raqan BRA, Ini Komentar Mendagri

BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo tak mempermasalahkan Rancangan Qanun (Raqan) Badan Reintegrasi Aceh (BRA) yang sedang dibahas DPR Aceh. Asal, kata Mendagri, Raqan itu sesuai dengan MoU Helsinki dan UUPA.

“Pada prinsipnya pemerintah pusat mengakui aturan baku di Aceh. MoU dan UUPA. Ada hal-hal yang jadi (kewenangan pusat-red) dan hal-hal yang diatur dalam MoU, tidak masalah,” kata Tjahjo Kumolo menjawab portalsatu di Warkop 3 In 1, Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2015.

“Itu (Raqan BRA-red) kita hargai dan kita hormati. Itu aja persoalannya, simple. Dengan kekhususannya, dengan MoU Helsinki, beberapan Perda (qanun-red) yang menjadi kewenangan DPRD (DPRA-red) saya kira tidak ada masalah,” ujarnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Pj. Gubernur Kalimantan Selatan, Tarmizi A. Karim, terlihat ngopi bareng di Warung Kopi 3 In 1, Banda Aceh, Kamis, siang.

Kedatangan kedua pejabat negara ini membuat sejumlah warga yang sedang berada di Warkop itu terkejut. [] (mal)